Ini Makna Kajian Keliling Smamita

0
54
(depan kanan) Ira Susantie

SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (Smamita) kali ini adakan Kajian keliling dan Silaturrahim di Rumah Ibu Erlina Irianawati, ibunda dari Noval Bagus kelas XI IPA 5, Sabtu (16/11/2019).

Kajian dimulai dengan murrotal al-Qur’an Juz 30 yang dibaca secara bersama-sama oleh seluruh siswa kelas XI IPA 4.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah oleh ibu Erlina. “Kajian ini diharapkan dapat mengistiqomahkan kita untuk melaksanakan perintah Allah SWT,” katanya.

Chusnul Utami, S.Pd.I, perwakilan dari sekolah menyampaikan, bahwa ada pepatah Tak kenal maka tak sayang. “Kalau kalian suka silaturrahim maka itu memperpanjang umur, menambah rizky.” ungkapnya.

Dan, sambungnya, kegiatan ini kita juga akan dapat Ilmu, Hidayah dan Rizky.

Terdapat dua tujuan dari kegiatan ini, silaturrahim dan dapat Ilmu yang bermanfaat. Memang benar bahwa ikut kajian ini kita bisa dapat ilmu baru, contohnya dalam hal Sholat.

“Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW telah memberi tahu kita melalui firman-firmanNya mengenai pentingnya mendirikan shalat. Bahkan Rasulullah pernah bersabda, Shalat adalah tiangnya agama.

“Sabda tersebut memang sangatlah sederhana, tetapi tentu saja mengandung makna yang besar. Di dalam agama Islam, shalat di ibaratkan sebagai tiang pada sebuah bangunan. Sehingga jika kita tidak pernah mendirikan shalat, maka bangunan itu pun akan rapuh dan juga roboh.” ungkap Lintang saat sampaikan kultumnya.

Kemudian dalam kajian ini juga ada Mauidhotul Khasanah, oleh Ustadzah Ira Susanti, S.Pd.I,. Ia menjelaskan, sedekah bukan hanya dibalas Allah dengan pahala, rizky melainkan juga dibalas dengan Ilmu yang bermanfaat, kesehatan dan kelebihan-kelebihan yang lain.

Ilmu yg bermanfaat itu apa yakni kita mendapatkan ilmu harus diamalkan, contohnya ketika sholat tidak perlu menunggu di beritahu terlebih dahulu, padahal sudah mendengar adzan.

“Kita sebagai anak juga harus menempatkan diri sesuai keadaan, contohnya ketika tidak dibelikan apa yang diminta, jangan memaksa. Kita harus tau mana keadaan orangtua.” terang ustadzah Ira. Putri Nur Jannah