Gift (kanan) lihat anakan sapi.

Menjadi mahasiswi asing yang magang di SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (Smamita), bukan hanya sekedar belajar tentang manajemen keuangan sekolah. Tapi, mereka lebih betah dengan guru dan karyawan Smamita diluar aktivitas rutin sekolah, yaitu lakukan aktivitas perah susu sapi.

Iya, ketiga mahasiswi asal Khon Khaen University program international intership programe atau program magang internasional melalui Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Itu dilakukan oleh Chayani Prapchabok dengan panggilan Lady, Piyakamon Hluangna atau Gift dan Wimonnut Riyachan dipanggil Nut di rumah Muhammad Nuril Haki, staff PCM Sepanjang Kamis, (23/1/2020) sore.

Bagi ketiga mahasiswi itu, adalah pengalaman pertama untuk perah susu.

This is the first time we’ve milked a cow.  We are very excited  Because the cow is very big,” kata Piyakamon Hluangna.

Yang artinya, Ini adalah pertama kalinya kami memerah susu sapi. Kami sangat senang karena sapi itu sangat besar.

We alternately milk the cows one by one.  It was a great experience,” katanya.

Gift, mahasiswi Thailand saat perah susu

Ditampar Ekor Sapi

Perah susu, selain pengalaman luar biasa, tak kalah menariknya, pipi kanan Gift sempat ditampar ekor sapi.

Diungkapkannya, ketika mereka memerah susu sapi, tiba-tiba ekor sapi menyentuh pipinya di sebelah kanan.

When we milk the cows, suddenly the tail of the cow touches my cheek on the right,” ungkapnya.

Kami, lanjutnya, sangat terkejut, dan berteriak keras, “omgggggg”.

Secara spontan, kedua telapak tangan Gift menutupi wajah agar tidak terulang.

Hasil Perahan

Kegiatan perah susu sapi yang dilakukannya, tidak begitu lama. Hanya dalam 30 menit, dan dapat sekitar 1 liter susu.

At the farm, there are 9 cows. and every day milk must be milked for processing,” ungkap Gift.

Di peternakan, ada 9 sapi. dan setiap hari susu harus diperah untuk diproses.

Olahan susu

Setelah susu diperah, tuan rumah, Mohammad Nuril Haki mengajak mereka memasak langsung susu hasil perahannya. Cukup mudah cara memasaknya.

Menurut Haki, susu hasil perahan itu dimasukkan kedalam panci kecil, dipanaskan dengan suhu 85 derajat Celsius. Kemudian aduk secukupnya tanpa waktu yang lama, kurang lebih 3-4 menit.  Setelah itu, olahan susu bisa disajikan.

Disarankan, lanjut Haki, susu yang dimasak jangan sampai mendidih, jika terlalu mendidih, maka akan banyak bakteri baik yang mati.

Susu itu, terang Haki, dimasak oleh ketiga mahasiswa asal Thailand itu dengan daging durian, hasilnya susu sapi rasa durian.

Bukan hanya itu, pria berperawakan seperti Kim Jong Un, yang merupakan alumni Smamita menceritakan, bahwa olahan susuk juga diubahnya jadi yogurt, kefir, dan STMJ (Susu Telor Madu Jahe).

Ketiga mahasiswi Thailand, nikmati hasil olahan susu

Terima Kasih Haki

Lebih jauh, dari hasil eksperiment susu sapi yang dicampur durian. Nut, salah satu mahasiswi asal Thailand lainnya mengatakan, rasa susu yang sangat enak, karena tidak ada hal seperti itu di Thailand.

And tried the cow’s milk mixed with durian, it was very delicious because there is no such thing in Thailand,” pungkas Nut .

Finally, we want to thank the owner of the farm for being kind and knowledgeable. And taught us how to milk cows.*