Siswa Smamita Sedang Mengerjakan Tugas Daring (Diana/Smamita)

Wabah virus covid 19 di Indonesia, membuat sistem pendidikan menjadi sedikit terganggu. Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Jawa Timur meniadakan atau menunda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang melibatkan siswa baik di dalam maupun di luar luar ruangan yang berpotensi penyebaran Covid-19 dan menggantikan dengan pembelajaran online.

Hal tersebut juga diterapkan di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) – Sidoarjo yang meliburkan siswanya selama 14 hari dan mengganti metode pembelajaran menggunakan teknologi informasi dalam jaringan (daring) sejak Senin (16/3).

Guru memberi tugas sesuai dengan pelajaran yang diampunya menggunakan media online kepada para murid sesuai kebijakan masing-masing. Lalu siswa-siswi juga mengumpulkan tugasnya lewat media online.

Ada berbagai macam tanggapan siswa-siswi Smamita dalam metode pembelajaran online. Salah satunya diungkapkan oleh Andriantika murid kelas 10 IPA 4. Ia mengatakan bahwa pembelajaran daring ini membuat nya kreatif.

“Sebenarnya sama dengan kita bersekolah biasa, cuma ada bedanya juga. Kalau pake daring, semua mapel ada deadlinenya atau harus dikerjain hari itu juga. Beda kalau sekolah biasa, kan masih bisa dibuat PR. Terus kalau daring kadang juga gurunya ngasih tugas yang banyak. Jadi agak kewalahan.” Ungkap gadis yang kerap disapa Tika tersebut.

Namun menurutnya, pembelajaran online juga terdapat dampak positif.

“Positifnya daring itu di rumah kita bisa sekolah sambil bantu orang tua, nggak keluar rumah jadi potensi kena virusnya bisa dihindari dan bisa lebih dekat sama keluarga.” Pungkasnya.

Penulis : Rahma Meidiana (X IPA 4)