Ira Susantie Guru Ismuba Saat Membuat Hand Sanitizer

oleh: Ira Susanite, S.Pd.I (Tim Ismuba Smamita)

Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang menyerang ribuan manusia di berbagai negara. Yang mengkhawatirkan dari virus ini tidak hanya menyebabkan flu, batukdan demam tetapi juga bisa menyebabkan kematian. Diduga virus ini berasal dari kota Wuhan di China tepatnya dari sebuah pasar yang menjual hewan yang haram dimakan seperti katak, kelelawar, ular dijadikan santapan oleh penduduk setempat. Telah lama mereka mengkonsumsi hewan-hewan itu. Namun sekarang baru tersebar bahayanya sampai ke pelosok dunia. Wabah Covied 19 ini menyerang siapa saja tidak peduli pejabat maupun rakyat biasa.

Kita sepatutnya bersyukur sebagai muslim yang diatur oleh Alloh dalam memilih makanan. Tidak semua hewan yang ada di muka bumi ini boleh dimakan oleh manusia. Tentunya hewan yang boleh dimakan adalah yang memberikan manfaat dari daging, susu maupun telurnya. Dan juga bukan binatang buas. Sedangkan hewan yang  dilarang untuk dimakan adalah hewan yang mengandung racun berbahaya bagi tubuh. Adapun yang haram dimakan seperti katak, kelelawar merupakan hewan yang bermanfaat untuk alam tetapi berbahaya untuk tubuh manusia. Keduanya termasuk hewan yang haram untuk dibunuh. Rasululloh menjelaskan didalam haditsnya

لاَ تَقْتُلُواالضِفْدَاعِ فَإِنَّ نَقِيْقَهَا تَسْبِح وَلاَ تَقْتُلُواالخُفَّاش فَإِنَّهُ لَمَّاخَرَبَ بَيْتَ المقْدِسُ قَالَ:يَارَبِّ سَلِّطْنِى عَلَى البَحْرِ حَتَّى أُغْرِقُوهُمْ

Janganlah kalian membunuh katak, Karena suaranya adalah tasbih. Dan jangan pula membunuh kelelawar karena ketika baitul maqdis roboh ia berkata:  Wahai Rabb berilah aku kekuasaan hingga aku bisa menenggelamkan mereka ( HR : Al Baihaqi dalam Al Kubra 9:318 dan Ash Sughra 8:293 dan dari sanad shahih)

Ada rahasia Alloh dibalik haramnya membunuh dan memakan hewan tersebut. Manfaat katak bagi alam kulit katak mampu mengurangi penguapan panas sinar matahari. Sedangkan jika dimakan didalam perut katak terdapat cacing nematode yang berbahaya bagi pencernaan manusia. Karena cacing tersebut akan memakan hasil yang dimakan manusia, maka manusia akan merasa selalu lapar dan daya tahan tubuhnya berkurang (Erna Suzanna, dkk, Peneliti IPB: 2006). Begitu juga kelelawar memiliki manfaat bagi para petani untuk membasmi serangga di malam hari dan membantu penyerbukan tanaman jambu, petai, durian dan tanaman lain. Sedangkan jika dimakan bisa mengakibatkan penyakit berbahaya bahkan mematikan seperti yang saat ini menyerang warga dunia yaitu Covied 19 atau lebih dikenal virus Corona.

Alloh juga mengharamkan binatang  seperti anjing, babi, ular dan binatang buas lainnya. Karena anjing termasuk hewan yang tidak memiliki pori-pori sebagai alat sekresi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. Sehingga kotoran yang seharusnya dikeluarkan lewat pori-pori dikeluarkan lewat air liurnya. Inilah yang menjadikan air liur anjing menjadi najis berat ( najis mughalladzah) yang membersihkannya tidak cukup dengan air saja. Orang muslim diharamkan Alloh untuk memegang anjing karena hewan ini sering menjulurkan lidahnya. Ketika mendengar anjing menggonggong kita disunnahkan untuk membaca ta’awudz. Karena pada saat itu anjing sedang melihat sesuatu. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa anjing saat itu sedang melihat orang jahat atau syetan. Sebagaimana hadits berikut ini.

إِذَاسَمِعْتُمْ نُبَاحُ الكِلاَبَ وَنَهِيْقُ الحُمُرِبِالّليْل فَتَعَوَّذَبِالله فَاِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَالاَ تَرَيْنَ

Jika kalian .melihat anjing menggonggong dan keledai meringkik di malam hari maka bacalah ta’awudz. Karena pada saat itu dia sedang melihat apa yang tidak kamu lihat ( HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Albani)

Sedangkan babi hewan yang selalu hidup di tempat yang kotor. Di dalam perutnya terdapat banyak cacing  yang berbahaya bagi tubuh manusia. Karena sangat kotornya  Alloh menyandingkan nama babi sejajar dengan nama bangkai. Sebagaimana yang ada di dalam alqur’an Surat Al Maidah ayat 3, yang artinya

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,

Ditinjau dari sifatnya babi adalah hewan pemalas, tidak suka matahari, tidak suka bekerja, tamak dan bodoh. Semakin tua babi semakin bodoh. Inilah alasan mengapa Alloh mengharamkan hewan- hewan tersebut dan mengharamkan memakan binatang buas lainnya. Supaya sifat asli hewan-hewan tersebut tidak mempengaruhi sifat manusia. Karena dari daging yang dimakan masuk ke perut menjadi aliran darah menyebar ke seluruh tubuh mampu mempengaruhi hati dan fikiran manusia. Dan supaya manusia tidak melampaui batas dan tidak tamak hidup di muka bumi ini.