Putri Nurjannah (Guru KMD Smamita)

Covid-19 telah meminimalkan gerak langkah dalam bermasyarakat, termasuk beribadah. Putri Nur Jannah, S.PdI., guru Kemuhammdiyahan menjelaskan bagaimana sikap kita sesuai dengan PHIWM, berikut penjelasannya.

Covid 19 atau yang biasa dikenal dengan Virus Corona saat ini menjadi trending topic hampir 2 bulan ini. Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

Covid-19 sudah menjadi momok tersendiri bagi umat manusia di muka bumi ini, bahkan banyak sekali manusia yang takut akan kematian disebabkan oleh virus ini. Padahal perlu kita sadari bahwa manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT. Jadi, sebagai manusia yang memiliki daya fikir serta diciptakan begitu sempurna oleh Allah SWT dari banyaknya makhlukNya. Harusnya kita bisa menyikapi adanya Covid-19 ini sebagai bahan teguran bagi kita agar bisa menyikapi dengan lebih bijaksana lagi.

Covid-19 bisa dicegah persebarannya dengan menerapkan 11 ruang lingkup pedoman atau aturan tentang pelaksanaan kehidupan Islami warga Muhammadiyah atau disingkat
PHIWM. PHIWM sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. PHIWM sudah dirumuskan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak tahun 2000.

Apa saja PHIWM itu?

Pertama, Dalam Kehidupan Pribadi
Setiap pribadi sesorang pasti memilik 4 aspek dalam kehidupannya. Aspek tersebut yakni Akidah, Akhlak, Ibadah dan Muamalah. Ketika manusia bisa melaksanakan 4 aspek tersebut sungguh sangat bisa diandalkan untuk mencegah persebaran covid-19 dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Allah, melakukan tingkah laku yang sesuai dengan aturan yang ada, selalu melaksanakan ibadah sholat dan thaharah, serta menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Sehingga dalam pencegahan wabah virus ini bisa dimulai dengan diri sendjri.

Kedua. Kehidupan dalam Keluarga
Setelah mampu mengendalikan kehidupan pribadi, kita bisa saling mengingatkan dalam keluarga kita. Kita bisa saling bahu-membahu dalam mencegah virus covid-19 dengan saling diberikan pengertian satu sama lain. Saat ini anak-anak sekolah tidak diperkenankan untuk berangkat sekolah. Mereka setiap hari harus dirumah dan melakukan pembelajaran dirumah. Sebagai orangtua atau keluarga harus bisa memberikan pengertian kepada tiap anggota keluarganya betapa pentingnya berada di rumah, berkumpul bersama keluarga guna memutus rantai persebaran virus ini.

Ketiga. Kehidupan dalam Bermasyarakat
Islam mengajarkan kepada kita agar setiap Muslim menjalin persaudaraan dan kebaikan terhadap sesama. Menunjukkan keteladanan dan bersikap baik terhadap tetangga dan orang-orang disekitar kita itu juga merupakan tata cara sopan santun dalam bermaysarakat. Munculnya virus covid-19 ini juga memunculkan kesadaran agar menerapkan Social Distancing kepada semua orang. Sebab kita berkewajiban untuk memelihara hak-hak orang lain. Meski diri kita sendiri sadar bahwa kita dalam keadaan sehat-sehat saja. Namun harus tetap peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Hal ini bisa dilaksanakan dengan gerakan jama’ah dan dakwah jama’ah sebagai wujud dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat.

Keempat. Kehidupan dalam Berorganisasi dan Mengelola AUM
Berkumpul dan berkelompok memang dianjurkan dalam QS. Ali Imron ayat 104. Dalam pencegahan persebaran Covid-19, berbagai organisasi sudah melakukan segala upaya baik mengeluarkan fatwa keputusan Tarjih, penyemprotan Desifektan dan upaya-upaya lainnya. Begitu juga dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi terbesar di Indonesia ini, juga melakukan berbagai upaya pencegahan persebaran covid-19 dengan mengeluarkan fatwa tentang fikih ibadah, mengerahkan Amal Usaha bidang Kesehatannya untuk menangani pasien positif dan negatif covid-19. Dikutip dalam laman m.liputan6.com Kabar terbaru bahwa ada 35 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah rawat 1.084 pasien covid-19. Selain itu, juga melaksanakan penyemprotan desifektan di berbagai masjid2 dan Amal Usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Serta mengerahkan AUM bidang pendidikan untuk berlomba-lomba berinovasi dalam mencegah persebaran covid-19, contohnya SMA Muhammadiyah 1 Taman yang membuat hand sanitizer dari lidah buaya.

Kelima. Kehidupan dalam Berbisnis dan Mengembangkan Profesi
Kegiatan bisnis ekonomi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuham hidup diri dan keluarganya. Baik pengusaha maupun para pekerja yang berprofesi di segala bidang. Saat ini para pekerja masih melakukan kewajibannya ditengah-tengah wabah covid-19 yang semakin hari semakin bertambah jumlah kasusnya. Sebagai seorang pekerja atau pencari nafkah, kita dituntut untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri dengan menerapkan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah guna menjaga kepentingan bersama. Sebab setiap profesi menuntut akan kesetiaan, kecakapan dan tanggung jawab akan profesinya. Sehingga berbagai pihak diminta untuk ikut andil memutuskan rantai pesebaran covid-19.

Keenam. Kehidupan dalam Berbangsa dan Bernegara
Indonesia saat ini memang dilanda cobaan yang bisa dikatakan sangat besar karena mampu menyebabkan tatanan kehidupan menjadi tidak teratur. Sehingga kita sebagai masyarakat harus tetap mendukung dan mengambil bagian serta tidak boleh apatis (masa bodoh) terhadap keadaan saat ini yang semua orang fokus dengan covid-19. Indonesia memang belum menerapkan lockdown total, namun kita sebagai umat Islam dan warga negera harus ingat bahwa negara tidak akan bisa keluar dari masalah ini tanpa campur tangan dan kesadaran dari diri tiap masyarakatnya. Sebagaimana sabda nabi “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya” (HR. Bukhari & Muslim) Dari hadits diatas sudah bisa disimpulkan bahwa wabah atau virus ternyata bukan hanya kali ini saja melanda di suatu negeri, namun sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW.

Ketujuh.Kehidupan dalam Melestarikan Lingkungan
Adanya wabah covid-19 ini kita diingatkan untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan yang kita tempati. Bahwa Allah menciptakan lingkungan hidup ini untuk dijaga, dipelihara dan tidak boleh dirusak. Sebagai upaya agar covid-19 ini tidak menyebar bisa dilakukan dengan melestarikan lingkungan sekitar kita. Dengan tidak mengeksploitasi sumber daya alam dan merusak habitat lingkungan sehingga mutasi virus-virus bisa berkurang, khususnya covid-19.

Kedelapan.Kehidupan dalam IPTEK
Dengan persebaran wabah covid-19 ini yang tidak hanya terjadi di Indonesia saja namun juga diberbagai dunia. Hal ini menyebabkan berbagai para ahli untuk berlomba-lomba menemukan vaksin covid-19 dengan mengerahkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dimiliki. Bukan hanya menemukan vaksin, namun dengan munculnya virus ini. Semua orang berlomba-lomba dalam membuat hand sanitizer dan cairan desifektan sebagai upaya pencegahan persebaran covid-19. Sehingga, sebagai manusia kita diwajibkan untuk selalu mencari ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi yang ada. Guna untuk membangun peradaban Islam,

Dari delapan ruang lingkup diatas bisa disimpulkan bahwa virus, bakteri, ataupun kuman bisa dicegah persebarannya ketika kita mampu menyeimbangkan Kehidupan Islami dalam kehidupan kita sehari-hari.