Tuesday, November 24, 2020
Home Kabar Guru Covid-19, Merubah Kehidupan yang Dinamis Menjadi Statis

Covid-19, Merubah Kehidupan yang Dinamis Menjadi Statis

Dinamis, Statis, begitu banyak kita dengar pada ilmu Fisika, bagaimana keduanya berkolaborasi dengan hadirnya Covid-19. Berikut penuturan Erna Mufidah, S.Pd., guru Fisika SMA Muhmmadiyah 1 Taman-Sidoarjo (Smamita).

Dinamis, sering kita mendengar kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kata ini punya arti yang sama tetapi memiliki makna yang bebeda bila ditinjau dari berbagai aspek.

Dalam fisika, kata dinamis ini sangat erat dengan listrik yang mana listrik dinamis diartikan listrik yang bergerak atau mengalir atau sering juga disebut dengan arus listrik.

Dinamis dalam aspek pendidikan salah satunya, yaitu sumber pengetahuan dan informasi. Zaman dahulu berita, informasi dan ilmu disalurkan dengan lambat. Orang-orang masih begitu sulit mendapatkan informasi. Dan para murid hanya dapat memperoleh pengetahuan dengan membaca buku dan bertanya pada guru.

Tetapi, saat ini sudah jauh berubah dengan kemajuan teknologi dan media komunikasi yang dikembangkan manusia. Seperti internet, televisi, radio dan surat kabar. Kecangihan media informasi ini sangat memudahkan para siswa untuk memperoleh informasi.

Degan begitu dapat meringankan kita untuk memenuhi kewajiban kita mencari ilmu. Tetapi disisi lain dengan kemajuan teknologi banyak dampak negatif dan hal-hal yang disalah gunakan oleh para penguna internet.

Kemudian, Dinamis dari apsek kehidupan sehari hari merupakan perubahan interaksi antar individu di masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan seperti perubahan cara berkomunikasi yang dulu menggunkan surat sekarang menggunakan smartphone, permaian tradisional yang mulai tekikis oleh game online, hilangnya kemampuan bahasa daerah pada sebagian anak-anak muda dan masih banyak lagi.

Namun semua dinamis dalam berbagai aspek diatas menjadi statis karena akhir 2019, kemudian berlanjut awal tahun 2020 seluruh dunia terguncang oleh suatu penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus,Corona Virus Disease atau Covid-19. Virus ini mampu melumpuhkan aktivitas manusia dari berbagai aspek.

Dalam pemerintahan, virus ini telah menggerakkan para kepala negara untuk cepat tanggap dan peduli atas keselamatan rakyatnya. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai pengumuman untuk untuk belajar di rumah bagi seluruh siswa, meniadakan kuliah tatap muka, larangan terlibat dalam keramaian, termasuk larangan kelua masuk luar negeri, baik untuk umrah, rekreasi, ataupun hanya untuk kunjungan biasa

Lantas, bagaimana dampak pengaruh Covid-19 dalam aspek kehidupan sosial masyarakat, di antaranya adalah timbulnya statis trust sehingga rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang-orang yang ada di seputaran kita atau yang baru kita kenal.

Sebagai contoh kecil, pada saat kita membeli makanan, baik di warung yang berlabel maupun kaki lima kita pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak. 

Adakah pelayan bersentuhan langsung dengan orang yang terjangkit virus atau tidak, adakah petugas atau pelayan yang mencuci tangan pada saat mengolah atau memproses makanan yang kita pesan atau tidak, sehingga timbul keraguan.

Pada saat kita berbicang atau berjumpa baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan rumah dan dengan masyarakat setempat kita pun enggan berjabat tangan, meskipun mereka adalah orang tua, sebagaimana yang kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk selalu menghormati yang lebih tua.

Namun, situasi saat ini mengharuskan kita untuk menghindari berjabat tangan dan harus menjaga jarak kurang lebhi 1 hingga 2 meter bila ingin berbicara dengan orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal.

Semoga wabah virus covid-19 segera berakhir sehingga kita bisa kembali melakukan aktivitas dan rutinitas seperti biasa, tidak lupa tetap waspada menghadapi virus ini dengan cara menjaga kekebalan tubuh (imun)dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

- Advertisment -

Most Popular

Ajarkan Makna Berkurban, SMA Muhammadiyah Gelar Penyembelihan Hewan

Penyembelihan hewan kurban sudah menjadi rutinitas umat islam pada hari Raya Idul Adha, tak terkecuali SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Jumat, 31 Juli...

Smamita Ciptakan Generasi Penghafal Al Quran Melalui Kelas Tahfidz

Dengan penuh ucapan rasa syukur, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, terus mengembangkan potensi yang ada baik inovasi maupun kreatifitas. Tahun Pelajaran...

Milad 57 Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Milad ke 57 Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah Oleh M. Muad Sahlan Perguruan Seni...

Asal Mula Idul Adha

Oleh : Ira Susantie, S.Pd.I Setiap tahun umat muslim memperingati hari raya Idul Adha. Meskipun saat ini wabah corona...