Drs. H. Nadjih Ihsan

Ramadhan ke7 ini, Kyai Nadjih Ihsan, alumni kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo (Smamita), melanjutkan, golongan manusia dalam berpuasa. berikut penuturannya.

Yang dimaksud golongan manusia dalam puasa ini, yakni golongan yang selain diterangkan sebelumnya pada Ramadhan ke6.

Pertama, sebagai seorang Musafir, jika seseorang muslim bepergian, maka ia boleh tidak puasa dan wajib menggantinya dihari yang lain.

ومن كان مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر، البقرة :١٨٥

Dan siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari yang lain

Catatan : tentang batasnya musafir tidak dijelaskan disini, karena ini pengetahuan fiqih sederhana, dan dikembalikan kepada keadaan masing masing, apakah dengan safarnya tadi menimbulkan mudharat apa tidak.

Kedua, ialah orang sakit dengan kriteria sebagai berikut.
Pertama : sakitnya tidak menimbulkan mudharat dan tidak memberatkan jika ia berpuasa, maka ia wajib puasa.

Kedua : sakitnya memberatkan, tapi tidak menimbulkan mudharat terhadap dirinya jika ia berpuasa, maka ia boleh tidak puasa dan mengganti dihari yang lain.

ومن كان مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر، البقرة : ١٧٥

Dan siapa sakit atau dalam perjalanan, (lalu ia berbuka) maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang telah ditinggalkan nya itu, pada hari yang lain

Ketiga : sakitnya memberatkan dan menimbulkan mudharat bagi dirinya, jika ia berpuasa, maka ia wajib berbuka dan haram berpuasa.


ولا تلقوا بايديكم الي التهلكة، البقرة : ١٩٥

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan

(Sepanjang 7 Ramadhan 1441 H / 30 April 2020 M)