Tuesday, November 24, 2020
Home Kabar Agama Sukses itu, Tidak Datang dengan Tiba-Tiba.

Sukses itu, Tidak Datang dengan Tiba-Tiba.

Materi ini disampaikan saat kagiatan Darul Arqom 1441 H SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (Smamita), Rabu (6/5/2020).

Berbicara meraih sukses, dalam kamus besar bahasa Indonesia meraih diartikan Menggapai kemudian menarik (sesuatu) ke arah diri sendiri

Sedangkan sukses pada kamus bahasa Indonesia bisa diartikan Berhasil

Nah, jika digabung keduanya, maka meraih sukses bisa diartikan menggapai sesuatu kea rah diri sendiri, dan itu berhasil.

Seperti halnya pada saat kita sekolah, atau belajar. Apa raihan sebuah kesuksesan yang kita inginkan dalam belajar. Ketika kita duduk dibangku kelas X, banyak keinginan anak-anak untuk Meraih Sukses bisa naik ke kelas XI. Kemudian mendapat nilai yang sempurna, masuk 3 besar, bahkan bisa jadi peringkat pertama. Ini merupakan sebuah keinginan, dan jika terwujud, naik kelas serta mendapat peringkat pertama, maka itulah sederhananya bisa dikatakan raihan kesuksesan dalam belajar. Perlu diingat, sebuah kesuksesan itu berawal dari sebuah cita-cita, tujuan, dan harapan.

Maka, apa yang harus kita lakukan dalam meraih kesuksesan. Pertama, adalah Mempunyai Niat dan Keinginan yang Kuat. Kedua, Memiliki Impian dan Tujuan atau harapan untuk Sukses. Tentukan Jangka Waktunya. Restu kedua orang tua. Dan yang tidak kalah penting adalah berdoa dan berikhtiar.

Niat, bagaimana kita mempunyai niat? Kita harus tahu apa tujuan hidup kita kedepan, setelah selesai belajar, saya mau apa, dan ketika nanti lulus sekolah saya mau apa dan seterusnya. Dan ingat, niat itu harus tulus dan ikhlas, bukan karena siapa dan siapa. ‘loh, kalau itu diarahkan orang tua bagaimana?. Maka, setiap orang tua punya keinginan agar putra putrinya menjadi orang yang sukses’. Itu pasti, tidak ada orang tua yang berkeinginan anaknya biasa-biasa saja. Minimal, orang tua sering mengungkapkan “Nak, semoga kehidupanmu nanti lebih baik dari bapak/ibu.” Itu murni dari naluri orang tua. Tinggal bagaimana cara kita untuk mewujudkan keinginan dan harapan orang tua itu.

Kita juga paham dan rerata semuanya hafal “innamal a’malu bin niat”. Mari kita tata sedemikian rupa dengan baik dan sempurna niat dan cita-cita itu.

Kedua, Memiliki Impian dan Tujuan untuk Sukses. Anak-anakku semua, milikilah impian untuk sukses itu, mimpi setinggi-tingginya, tidak akan jatuh kok. Ingat!, mimpi itu loh gratis!, Jadikan mimpimu sebagai bahan bakar penyemangat hidup. Tulis impian itu sebanyak-banyaknya, baca sesering mungkin, bila perlu, tulisan itu tempel di dinding samping kiri mushollah kecil di rumahmu, atau tempel tulisan itu di kamar, sehingga menjadi sebuah motivasi yang kuat.

Coba dibuka nanti dalam (QS. Qaf/50: 16) yang artinya,

Dan sesungguhnya kami telah menciptkan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya daripada nadi lehernya”.

Nah, isi hati itu penting, jangan mencoba-coba bermain dengan hati.

Ketiga, tentukan Jangka Waktunya. Misalnya, kapan kamu akan meraih kesuksesan dalam mewujudkan cita-citamu itu, 2 tahun, 3, 4, atau lima tahun kedepan. Jangan lupa, tentukan strategi kesuksesan itu.

Keempat, Restu kedua orang tua. Ini penting, yang tidak bisa dipungkiri.

Ridollahi fii Ridholwalidaini, Wasukhtullahi sukhtil walidaini.

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”Hadits riwayat Hakim, ath-Thabrani.

Jangan sesekali bermain dengan orang tua, dari awal sudah saya sampaikan, bahwa tidak ada satu orang tua pun yang ingin anaknya tidak sukses. Semua orang tua di dunia pasti menginginkan anaknya sukses. Sekali lagi, jangan bermain-main dengan perasaan orang tua.

Dan terakhir, jika kita sudah punya niat, berusaha, dan restu orang tua. Selanjutnya adalah berdoa kepada Allah swt, dan serahkan semuanya kepadaNya. Insya allah tidak aka nada yang sia-sia dalam hidup kita. Jangan pernah bosan berdoa. Berdoa itu bukan seperti membeli barang di took, begitu datang, bisa ambil barangnya sesuai dengan keinginan kita. Dengan membayar kita bisa ambil kapan saja kita mau. Tetapi berdoa adalah sebuah permohonan. Kapan dipenuhi, tergantung kepada Sang Pemberi

Pesan penting, JANGAN CERITAKAN CITA-CITAMU KEPADA ORANG LAIN

Semoga bermanfaat

Krian, 5/5/2020

[Emil Mukhtar Efendi, S.Kom]

- Advertisment -

Most Popular

Ajarkan Makna Berkurban, SMA Muhammadiyah Gelar Penyembelihan Hewan

Penyembelihan hewan kurban sudah menjadi rutinitas umat islam pada hari Raya Idul Adha, tak terkecuali SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Jumat, 31 Juli...

Smamita Ciptakan Generasi Penghafal Al Quran Melalui Kelas Tahfidz

Dengan penuh ucapan rasa syukur, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, terus mengembangkan potensi yang ada baik inovasi maupun kreatifitas. Tahun Pelajaran...

Milad 57 Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Milad ke 57 Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah Oleh M. Muad Sahlan Perguruan Seni...

Asal Mula Idul Adha

Oleh : Ira Susantie, S.Pd.I Setiap tahun umat muslim memperingati hari raya Idul Adha. Meskipun saat ini wabah corona...