Juri sedang melakukan penilaian online

Pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 ini memang memberatkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat beberapa siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman untuk tetap berprestasi. Diketahui bahwa pada bulan Maret lalu, IYSA (Indonesian young scientist associations) bekerjasama dengan WIIFA (world invention intellectual property associations)  mengadakan kompetisi International Conference On Science Technology & Engineering. Kompetisi ini diikuti oleh beberapa sekolah dan universitas didunia salah satunya yaitu SMA Muhammadiyah Itu Taman. Tim smamita diwakilkan oleh lima orang yang terdiri atas Bunga Okta Mutiara Prihandini, Aisyah Ramadhanti Suhada, Arsyita Intan Amalia, Jasmine Qodiah Roseva, Fitri Yulinar Aldila

Kualifikasi grup sendiri dimulai dari Maret 2020 tetapi karena wabah covid 19 penilaian dilakukan secara daring atau online pada 18 – 21 Mei 2020. Dan hasilnya diumumkan bertepatan dengan momen lebaran, 25 Juni 2020.

Dalam ajang tersebut, tim Smamita meraih medali perunggu dengan riset yang berjudul The Potential of TikTok Applications as Personal Branding for Schools in Present Time.

Sementara itu, Bunga Okta Mutiara ketika dihubungi kontributor smamita mengungkapkan Persiapan event lomba tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat.

“Ketika pihak sekolah telah memberi kami izin untuk mengikuti event tersebut, kami langsung berproses untuk melakukan penelitian studi kasus dari pengumpulan data hingga analisis dilaksanakn dalam 2 hari sekaligus menyiapkan PPT.” ujar Bunga

Bunga menambahkan alasan mengambil tema tiktok karena di masa kini, aplikasi TikTok marak di kalangan remaja/anak muda.

“Dimana, mereka merupakan target atau customer untuk sebuah sekolah. Oleh karena itu, kami memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai media untuk membranding/mempromosikan sekolah dalam bentuk video kreatif yang di upload pada aplikasi TikTok yang terbukti mendapat lebih banyak response daripada melalui aplikasi Instagram, Youtube” ujar Bunga

Menurutnya kelemahan dari risetnya yakni detail pengujian dan analisa data penelitian masih belum rinci.

” Perlu ada pengembangan lagi berupa produk orisinil yg inovatif dari karya kami kedepan dan yang kami lakukan kemarin masih pada tahap analisa study kasus menggunakan teknik observasi, angket dan dokumentasi belum sampai pada tahap pengembangan produk/prototype yang punya ciri khas tersendiri agar nanti risetnya menjadi lebih baik”ujarnya (Wahyu Murti)