Bagaimana Idul Fitrimu Tahun Ini?

Oleh : Ustadzah Ira Susantie

Setelah satu bulan penuh melaksanakan ibadah puasa Ramadhan umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Hari yang penuh suka cita itu disambut dengan gembira. Hari raya ini merupakan hadiah dari Alloh yang menutup Ramadhan dengan hari raya Idul Fitri seakan jiwa muslim menjadi suci bagai baru terlahir kembali.

Dijelaskan dalam sejarah bahwasannya Alloh mewajibkan puasa Ramadhan pada tahun ke 2 Hijriah ketika Nabi Muhammad SAW sudah menetap di Madinah. Sedangkan pada tanggal 17 Ramadhan terjadilah peperangan pertama antara kaum muslimin berhadapan dengan kaum kafir Quraisy Makkah yang bertempat di sebuah lembah di dekat sumur Badar. Sehingga perang ini disebut dengan perang Badar. Jumlah pasukan kaum kafir saat itu sangat banyak sekitar 1000 tentara. Sedangkan jumlah kaum muslimin sangat sedikit sekitar 300 orang. Sungguh ini peperangan dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang. Namun semangat jihad umat muslim bagaikan kobaran api yang menyala. Mereka laksana singa di medan laga meskipun sedang berpuasa dan menghadapi musuh-musuh Alloh yang sangat dahsyat jumlahnya. Keyakinan mereka akan pertolongan Alloh sangatlah kuat bahwa Alloh akan menolong hambaNya yang membela agamaNya. Akhirnya di tengah panas terik matahari Alloh mengabulkan doa mereka dengan memberikan pertolongan yaitu menurunkan para malaikat dari langit seperti gulungan awan yang turun ke bumi. Para malaikat membantu kaum musimin di medan perang terlihat seperti pasukan berkuda. Para sahabatpun heran melihat wajah-wajah yang tidak mereka kenali membantu mereka. Dan kemenanganpun berhasil diraih umat muslim. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa pertolongan Alloh akan datang kepada hambaNya yang beriman. Sebagaimana yang dijelaskan didalam alqur’an surat Al Baqoroh ayat 249

كَمْ مِنْ فِئَةٍقَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً بِإِذْنِ اللهِ

Berapa banyak golongan yang sedikit mampu mengalahkan golongan yang banyak atas izin Alloh.

Oleh karena itulah Alloh menetapkan 1 Syawal pada tahun ke 2 Hijriah sebagai hari raya umat Islam yang pertama kali dirayakan. Dimana saat itu umat Islam baru mendapatkan kemenangan setelah perang Badar dan setelah perang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Hari raya umat Islam ini berbeda dengan hari raya umat lain. Sebagaimana dijelaskan didalam hadits berikut:

قَدِمَ رَسُوْل صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المدِيْنَةَ ولَأَهْلِ المدِيْنَة يَوْمَانِ يَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فَقَالَ قَدَمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ.

Ketika Nabi SAW datang ke Madinah. Penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata”Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa jahiliyah yang kalian isi dengan bermain. Alloh telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik yaitu hari raya idul fitri dan idul Adha ( HR An Nasa’i no 1556)

Bangsa Arab saat itu memiliki dua hari raya yaitu Nairuz dan Makhrojan. Mereka biasa merayakannya dengan suka cita yang berlebihan dengan menghamburkan makanan, pakaian  bahkan diiringi musik dan bermabuk-mabukan. Sehingga Alloh membedakan hari raya umat Islam yang diiringi lantunan takbir untuk memuji keagunganNya, melapangkan dada untuk saling memaafkan, saling mendoakan antar sesama dan memperkuat persaudaraan dengan silaturrohim. Begitu juga menjaga bekas-bekas semangat Ramadhan supaya tidak hilang sehingga derajat taqwa yang menjadi tujuan puasa dapat diraih. 

Dan di tahun 2020 ini umat muslim merayakan Idul Fitri dengan suasana yang berbeda karena wabah Corona sedang melanda dunia. Mobilisasi masyarakat menjadi terhambat karena dimana-mana ada himbauan stay at home untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini. Namun umat muslim tetap menyambut lebaran dengan ceria karena suara takbir tetap menggema dari lisan yang berpahala. Begitu juga silaturrohim ke sanak keluarga yang berjauhan tetap terjalin lewat media sosial dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.