Begini Kisah Dibalik Wisuda Daring Smamita ke 50

Ruang rapat yang dijadikan spot wisuda dalam jaringan (daring) SMA Muhammadiyah 1 Taman nampak sepi. Hanya ada beberapa petugas yang membidangi teknologi informasi atau dikenal tim IT sedang menatap laptop dan memastikan sambungan kabel dan internet lancar. Di  meja mereka, nampak layar  monitor yang menampilkan  wisudawan yang mengikuti siaran ini. Wisuda ini digelar Minggu, 21 Juni 2020. Pandemi COVID-19 telah mengubah pola kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Momen kelulusan sekolah yang biasa dirayakan dengan upacara wisuda kini terpaksa digelar dengan sejumlah perubahan.

Bimas Kurnia Sandi, salah satu tim IT wisuda SMAMITA menjelaskan bahwa konsep wisuda daring ini menggabungkan beberapa item, mulai dari konsep pemanggilan anak, serta layout grafis yg didesain supaya bisa terlihat lebih elegan. “Karena ini pertama kalinya kita membuat event wisuda secara virtual. Mulai dari alat dan tenaga pelaksana kita disupport dari beberapa pihak salah satunya dari SMK  Muhammadiyah 2 Taman” ucap Bimas.

Peserta Wisuda Daring 2020

Lebih lanjut Bimas menambahkan jika tim IT sekolah sudah melakukan yang terbaik untuk kelancaran wisuda daring yang pertama kali ini. Namun dalam setiap kegiatan pasti ada kendala. “Kendalanya  karena ini wisuda daring pertama kali, maka kita butuh persiapan yg lumayan lama dan perlu belajar lagi mengenai live streaming yg digabungkan dengan aplikasi zoom dan youtube supaya memunculkan tampilan yg menarik”. jelasnya.

Untuk menyiapkan semua itu, mereka  membutuhkan waktu 5 hari mulai dari uji coba pertama sampai pelaksanaanya.  Di sela-sela pelaksanaan tugas pokok dan fungsi harian masing-masing anggota tim yang tidak dapat dibilang santai, tim IT senantiasa memantau dan mengevaluasi perkembangan hal hal yang berhubungan dengan wisuda dalam jaringan ini. (Wahyu Murti)