Hwang Mi Lim, gadis keturunan Korea menjadi salah satu peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo (Smamita) Tahun pelajaran 2020-2021 yang baru saja memulai proses belajar mengajar via daring.

Ia punya keinginan tinggi saat lulus nanti bisa lanjutkan studi di Korea Selatan. “Karena saya yakin sekolah di Smamita, bisa antar cita-cita saya nanti,” katanya.

Mi Lim, panggilan akrabnya mengungkapkan, Selama di sekolah, nanti ia ingin mengasah bakat yang dimiliki, dan berusaha untuk dapat belajar di luar negeri lewat pertukaran pelajar.

“Yang akan saya lakukan jika nanti mulai sekolah reguler seperti biasa, saya akan belajar dengan giat. Mengasah bakat selama di sekolah, berusaha dan juga terus mencoba agar bisa menjadi siswi berprestasi. Yang terpenting, bisa belajar di luar negeri jalur pertukaran pelajar,” ungkapnya saat diwawancarai tim Smamita melalui smart phone.

Gadis kelahiran Surabaya 2005 itu berharap dapat melanjutkan pendidikannya di KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology), Korea Selatan.

“Insha Allah saya terus berusaha biar dapat beasiswa ke KAIST University di Korea Selatan, Program Teknologi Informasi,” harap Mi Lim.

Hwang Mi Lim seusai Wisuda SMP

Anak semata wayang ayah yang berasal dari Korea Selatan dan ibu Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bagi pelajar yang lainnya. Kenapa, saat ini Mi Lim sudah mampu menghafal tiga juz Al Quran.

“Targetnya, tiap tahun bisa nambah dua juz, semoga bisa lebih dari itu. Untuk itulah saya gabung di Tahfidz,” terang gadis yang suka berolahraga bersepeda atau badminton.

Membaca buku dan mendengarkan musik adalah bagian lain dari kegemarannya. Dia berharap bahwa, dengan bersekolah di Smamita dapat menambah wawasan ilmu dunia akhirat yang lebih luas, sebagai bekal anak sholihah.

Hwang Mi Lim merupakan satu dari 232 siswa baru Smamita yang tergabung dalam kelompok Tahfidz, kelas X IPA 4. em