Hamdiyatur Rohmah Saat Menyampaikan Materi Parenting

SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo atau smamita menggelar program diskusi  parenting terbuka untuk walisiswa kelas X, XI dan XII (parenting talk sessions), Sabtu (13/3/21). Acara digelar secara virtual melalui aplikasi zoom dan youtube Smamita. Kegiatan itu menghadirkan nara sumber Hamdiyatur Rohmah, praktisi pendidikan dan psikolog anak.

Parenting ini mendapatkan respon yg baik dari para orang tua dan menyadarkan kita semua bahwa hubungan yg baik antara peserta didik dan orang tuanya sangatlah memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak kita.

Menurut Hamdiyatur, persoalan banyak muncul saat usia remaja. Sebagai orang tua kita harus paham akan hal itu. Untuk itu perlu adanya komunikasi saling memahami, menghayati dan mengerti di antara orang tua dan remaja. “Masa remaja terkadang membutuhkan tempat untuk mencurahkan segala kegundahan atau menceritakan problem yang sedang menempa dirinya. Harapannya orang tua bisa mendengarkan isi hatinya”, ujar humas SD Alam Insan Mulia Surabaya ini.

Seorang remaja menginginkan perhatian dan sikap bersahabat dari orang tua. Mereka terkadang kecewa jika orang tuanya disibukkan dengan pekerjaannya di luar rumah sehingga remaja merasa ditelantarkan begitu saja. Sekalipun tidak berani mengatkan tetapi dari dalam hatinya, mereka merasa butuh dan ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Selain itu mereka menginginkan dorongan moral agar aktivitas hari-harinya bisa dijalankan dengan semangat dan menyenangkan.

Hamdiyah juga menambahkan selama ini kita lupa bahwa nama anak kita adalah jembatan. Sepertinya tidak ada orang tua yang mempunyai niat buruk ketika memberi nama anak. Semua orang tua mempunyai tujuan dan maksud baik dalam memberi nama anak.

Memang peran orangtua sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena melalui orangtua anak pertama kali belajar dan mengenal segala sesuatunya. Perilaku dan nilai-nilai yang ditanamkan orangtua kepada anak merupakan landasan bagi perkembangan kepribadian dan tingkah laku anak selanjutnya. Keluarga mempunyai banyak kesempatan melakukan interaksi dengan anak, kualitas interaksi ini akan mempengaruhi karakter anak. Proses interaksi yang diterima akan dijadikan dasar oleh anak untuk berinteraksi diluar rumah, termasuk di sekolah dan di masyarakat. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, orang tua harus terus meningkatkan kemampuannya dalam mendidik dan mengasuh anak agar tumbuh berkarakter positif dan berbudaya prestasi. (wahyu/humas)