Sidoarjo – Pegnaruh bauran pemasaran terhadap Keputusan dan Kepuasan Peserta Didik Memilih SMA Muhammadiyah 1 Taman dapat digambarkan bahwa, peningkatan kualitas produk seperti halnya memberikan jaminan atau garansi bahwa seluruh lulusan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) untuk mampu membaca al-Quran dengan baik dan bernar, serta hafalan al-Quran dengan target sesuai yang ditentukan, apa buktinya yakni dengan sertifikat.

Hal itu dituangkan dalam kesimpulan penelitian Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Suwidianti, S.Pd. ketika hasil penelitiannya disampaikan ke Humas Smamita Senin (29/3/2021). Seperti paparan beriktu ini.

Peningkatan kepuasan produk dengan meningkatkan kualitas produk seperti memberikan jaminan atau garansi bahwa seluruh lulusan SMA Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo mempunyai kemampuan membaca al-Quran dengan baik dan benar , serta mempunyai hafalan al-Quran  sesuai dengan target yang ditentukan, dibuktikan dengan  sertifikat.

Kemudian, membuat kelas Internasional menjadi sekolah unggul di ASEAN, memfasilitasi siswa yang memiliki tingkat belajar yang tinggi untuk percepatan pembelajaran, bisa berupa kelas akselerasi atau program SKS.

Untuk aktifitas Promosi, ia menyampaikan bahwa sekolah harus terus membuat inovasi dalam melakukan promosi sekolah, seperti melibatkan alumni secara aktif dalam promosi sekolah, jalur inden dengan beberapa kemudahan yang ditawarkan, melakukan kerjasama dengan public figure atau influencer untuk direview, membuat kegiatan perlombaan. Penerapan strategi berbasis teknologi juga diperlukan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan teknologi ini menjadi penghubung antar manusia dengan mudah, murah, cepat, semakin efektif dan luas.

Sementara, untuk bagian parsial pada Proses, Dia berharap sekolah dapat menyesuaikan kebutuhan komsumen dan perubahan pasar dengan kondisi yang ada. Pembelajaran daring dengan pemanfaatan aplikasi tertentu selama PJJ saat pandemi COVID-19, termasuk pelayanan online terkait PPDB. Dihapusnya kegiatan UNBK yang diganti dengan dengan Asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar (SLB), maka sekolah harus menyesuaikan teknik atau proses pembelajaran yang dilakukan. Sekolah juga harus membuat program khusus untuk menyiapkan peserta didik khususnya untuk kelas XII dengan materi pembelajaran yang difokuskan pada persiapan masuk perguruan tinggi. Melakukan benchmarking terhadap  sekolah lain yang diketahui memiliki proses yang lebih baik.

Selebihnya, ia mnganjurkan agar sekolah bisa memanfaatkan unsur bauran pemasaran yang berpengaruh secara tepat dan maksimal untuk dijadikan kekuatan. Serta unsur  mana yang kurang menunjang upaya pemasaran sehingga dapat di evaluasi dan mencari solusi untuk dapat di manfaatkan secara efektif dalam upaya pemasaran.

Sementara, pada parsial besaran biaya Smamita, besaran biaya belum menjadi daya tarik masyarakat sekitar, karena sekolah lain di daerah sekitar memberikan penawaran dengan biaya yang lebih murah dengan kualitas yang hampir sama

Untuk  indikator tempat, masih belum berkontribusi terhadap keputusan dan kepuasan peserta didik memilih sekolah. Adanya tingkat kemacetan yang tinggi dikawasan daerah menuju SMAMITA menjadi pertimbangan peserta didik dalam memilih sekolah. Banyaknya sekolah kompetitor baik negeri maupun swasta yang lokasinya berdekatan dengan SMAMITA

Indikator-indikator orang belum berkontribusi terhadap keputusan dan kepuasan  peserta didik dalam memilih sekolah tersebut. Hal ini bisa juga diakibatkan karena sekolah lainnya juga memiliki guru dan karyawan, yang kompeten, serta yang bekerja secara profesional dan amanah seperti  Smamita.

Bagaimana dengan indikator Orangnya, sekolah harus meningkatkan kompetensi guru dan karyawan dilakukan melalui: pelatihan, seminar, workshop, dan kegiatan-kegiatan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu dalam merekrut guru dan karyawan baru, sekolah harus mengadakan seleksi. Sekolah harus menganalisis gap kompetensi antara kompetensi yang sudah dimiliki dengan kompetensi minimum yang dipersyaratkan, untuk selanjutnya menyusun rencana training dan pengembangan yang proporsional. Diperlukan supervisi secara berkala kepada pendidik dan tenaga kependidikan, sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalitas kinerjanya.

Smamita juga perlu meningkatkan kawasan hijau walaupun memiliki lahan yang terbatas, dan selanjutnya bisa menjadi sekolah adiwiyata. SMAMITA dengan tingkat kemacetan yang tinggi, sekolah bisa membuat kebijakan dengan masuk jam sekolah. Humas/Emil