logo hari bumi/www.google.com

Oleh : Syafira Keysa (PIP IPM Smamita)

Sampah plastik benar-benar tidak bisa dihindari. Banyaknya sampah plastik ini membuat beberapa spesies terancam. Hal ini dialami oleh penyu laut. Dalam sebuah penelitian terbaru bahkan dijelaskan bahwa sampah plastik ini telah membunuh 1.000 penyu laut setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Exeter, Inggris.

Tidak hanya makhluk hidup, lingkungan juga terkena dampaknya. Seperti pencemaran air dan tanah Sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah tentunya membuat polusi udara. Namun, saat bahan kimianya meresap ke tanah dan berinteraksi dengan air, kualitas air akan ikut tercemar. Tanah akan terkontaminasi bahan kimia sehingga air tanah juga rentan mengandung racun berbahaya.

Sudah seharusnya kita semua mulai mengurangi penggunaan plastik dan menggunakannya kembali dengan semua cara yang memungkinkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui jenis jenis sampah plastik dan bagaimana cara untuk mendaur ulangnya agar limbah plastik tidak semakin mencemari bumi kita.

A. Jenis – jenis simbol plastik

  1. PET atau PETE – (PolyEthylene Terephthalate)

Plastik jenis ini biasa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Contohnya botol air mineral, soft drink, kotak obat, dll.Jenis plastik PET (PolyEthylene Terephthalate) hanya bisa digunakan untuk sekali pakai saja. Tidak disarankan untuk menggunakan berulang kali. Kita bisa mendaur ulang plastik jenis ini dengan dijadikan karpet dan pakaian berbahan polyester.

Tingkat bahaya dan kesulitan terurai : Sedang.

  1. HDPE atau PEHD – (High Density PolyEthylene)

Plastik jenis ini biasa digunakan untuk kantong plastik, botol shampo, botol sabun, botol deterjen, dll. Jenis plastik ini termasuk golongan plastik yang cukup aman digunakan berulang kali, meskipun begitu kita juga harus memperhatikan kebersihannya.


Tingkat bahaya dan kesulitan terurai : Sedang

  1. V atau PVC – (PolyVinyl Chloride)

Plastik PVC (Polyvinyl Chloride) ini mengandung berbagai macam bahan kimia beracun yang dapat larut dan berbahaya bagi kesehatan. Jenis plastik ini sangat sulit untuk didaur ulang, sehingga perlu dihindari menggunakan jenis plastik ini untuk kemasan makanan atau minuman.

Contoh dari jenis plastik ini adalah plastik untuk pipa air, pembungkus kabel listrik, plastic wrap, dll.

Tingkat bahaya dan kesulitan terurai : Tinggi.

  1. LDPE – (Low Density PolyEthylene)

Plastik jenis ini memiliki daya tahan yang lama dan dapat digunakan untuk berulang kali. Meskipun begitu , lebih baik kita menggunakannya sekali.
Jenis ini tidak dapat dihancurkan tapi aman untuk menyimpan makanan (food grade).

Plastik LDPE biasa ditemukan pada kantong plastik (kresek), kantong plastik sampah, hingga bungkus makanan.

Tingkat bahaya : Rendah.
Kesulitan terurai : Sedang.

  1. PP – (PolyPropylene)

Jenis plastik ini baik untuk digunakan sebagai tempat makanan maupun minuman karena bersifat kuat, tahan panas, berdaya tembus uap yang rendah, serta cukup resisten terhadap kelembapan, minyak, dan bahan kimia.

Plastik ini biasa digunakan sebagai botol bayi, kotak makanan, sedotan plastik, kantong belanja, ataupun gelas.

Namun sayang , jenis plastik ini cukup sulit didaur ulang, sehingga lebih baik untuk mengurangi penggunaannya.

  1. PS – (PolyStyrene)

Jenis plastik ini biasa ditemukan pada stereofoam, gelas dan piring plastik, karton untuk telur, hingga bahan bangunan.

Plastik ini dapat mengeluarkan styrene yang merupakan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker, terutama jika saat menggunakan untuk makanan/minuman yang panas.

Daur ulang PolyStyrene umumnya digunakan dalam pembuatan kemasan busa pelindung, isolasi, kaset video, mainan, dan produksi meja kantor

7. Other atau O

Other disini maksudnya adalah jenis plastik yang tidak termasuk kedalam klasifikasi enam kode sebelumnya (PETE atau PET, HDPE, PVC atau V, PP, dan PS). Penggunaan jenis plastik ini untuk makanan atau minuman sangat berbahaya, karena bisa menghasilkan racun Bisphenol-A (BPA) yang bisa membuat kerusakan pada beberapa organ dan mengganggu hormon tubuh.

Sayangnya, jenis plastik ini biasa digunakan untuk botol minum bayi, botol minum olahraga, dan iPod cases. Jadi bacalah terlebih dahulu sebelum membeli.

B. Jenis Plastik Yang Dapat Didaur Ulang

Tidak semua plastik dapat didaur ulang. Berdasarkan RIC (Resin Identification Code), plastik nomor 1, 2, 4, dan 5 adalah jenis yang dapat melalui proses daur ulang plastik.

Sementara nomor 3, 6, dan 7 justru sebaliknya. Selain tidak dapat diproduksi kembali, jenis plastik ini juga disebut mengandung racun dan bahan kimia yang menyebabkan masalah kesehatan manusia.

Nah, itulah 7 simbol dan jenis plastik yang perlu kalian ketahui. Bagi kalian yang masih sering menggunakan produk yang berasal dari bahan plastik, apakah masih mau menggunakan? Atau kalian lebih memilih untuk menguranginya?

References :
medium.com, urbanloka.com, zerowaste.id, arahenvironmental.com, kompas.com.