Menjalankan ibadah puasa tidak selalu menghalangi kegiatan berolahraga. Seperti yang dilakukan Dea Nova Kesuma Ramadhani, siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) kelas X IPA 5 Excellent Class untuk terus berolahraga menembak walau berpuasa.

Dio, sapaan akrabnya mengatakan, olah raga yang dilakukan memang tidak sama dengan porsi sebelumnya. Tapi, paling tidak harus tetap dilaksanakan.

Ia berlatih menembak di Satbrimob Medaeng Brimob Medaeng Ki 4 Detasemen A Satbrimob Polda Jatim. “Memang butuh konstrasi tinggi agar bisa memenuhi sasaran tembak yang pas,” katanya.

Menembak sendiri menjadi motivasi keinginan Dio sedari kecil, sang ayah yang hobi memancing dan menembak. Ia mengaku, sejak kelas 6 SD sang kakak mendapat info bahwa di Mako Brimob Medaeng ada club menembak Teratai Shooting Club (TSC). Dan bisa menikmati aktifitas olah raga menembak hingga sekarang.

Selama pandemi Covid-19 ini, anak bungsu kelahiran Sidoarjo ini juga meraih berbagai prestasi membanggakan. Diantaranya, 3 besar Wali kota cup Kota Pasuruan, 10 besar Dandim Kota Pasuruan. Dan akan mengikuti kejuaraan di Proprov Jawa Timur.

Diatanya terkait dengan target, DIa menceritakan ingin menjadi atlet Seagames cabang menembak. “Semoga bisa masuk Asean Games atau Olimpiade cabang memebak. Semoga terwujud,” Ceritanya.

Selepas mengenyam pendidikan di Smamita, Dio berkeinginan melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya atau Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya sebagai.

Selain menembak, Ia menerangkan ada olahraga lain yang mendukung untuk meraih prestasi yang diggeluti itu. Yakni jogging dan renang. “itu untuk membantu menguatkan fisik, juga nafas agar dapat meemaksimalkan disaat menembak. Saya pernah merasakan, tidak jogging selama seminggu, saat latihan, hasil tembakan kurang begitu maksimal,” terangnya.

Diketahui, Dio masuk kelas Air Rifle Multirange Silhouete, kelas menembak yang berfariasi. Biasanya terdiri dari 18, 27, 33, hingga 41 meter jarak tembak. Point yang didapat, dari 20 sasaran menembak. Ada 10 point nilai maksimal yang didapat disetiap sasaran.

“Yang menjadi sasaran tembak, adalah sasaran berbentuk ayam siluet yang terbuat dari besi. Pada meter 18 itu , kita harus menembak 5 sasaran, yang dimulai dari kiri ke kanan,” ungkapnya.

Kemudian, masih lanjut Dio, pada jarak meter 27, yang menjadi sasaran tembak, berbentuk Babi siluet yang juga terbuat dari besi. Juga harus bisa menembak 5 sasaran dari kiri ke kanan.

Di meter 33, ada Kalkun siluet yang terbuat dari besi menjadi sasaran tembak. 5 sasaran tembak itu harus ia lalui dari kiri ke kanan.

Juga pada meter 41, terdapat sasaran tembak yang berbentuk kambing, dan ukuran paling besar dari pada sasaran tembak sebelumya. 5 sasaran tembak itu, dilampaui dari arah kiri ke kanan juga.

Kesemua sasaran tembak, ia harus melampainya delam waktu 10 menit saja. Dan itu dirasa waktu yang cukup singkat, karena membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi.

Dio menceritakan masih ada beberapa kesulitan yang diarasa saat kejuaraan menembak adalah, cuaca mempengaruhi menembak. “Karena, kecepatan angia sedikit dirasa merepotkan,” pungkasnya. Humas/Emil