PWMU.CO – Sherly Annavita ajak pelajar Smamita rengkuh masa depan. Hal itu dikatakannya pada para peserta Darul Arqam kelas X dan XI, Jumat (7/5/21).

Kreator konten YouTube dan media sosial asal Lhokseumawe, Aceh, itu menyampaikan motivasi dalam Webinar Darul Arqam SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) bertema “Kiat Sukses Remaja Muslim Generasi Z”.

Agent of Change

Menurut Sherly Annavita Rahmi, anak muda adalah pemain utama di masa depan. Dia ingin memastikan  ada seratus anak muda di Indonesia yang sukses di masa depan. “Jika menginginkan perubahan di masa yang akan datang, apapun bidangnya yang teman-teman kuasai, pastikan bahwa teman-teman masuk dalam daftar seratus orang itu,” ujarnya.

Sherly melanjutkan, kalaupun hanya ada sepuluh orang yang menginginkan perubahan Indonesia di masa yang akan datang, perubahan dalam hal apapun. Pastikan ada nama teman-teman yang hadir hari ini masuk dalam daftar sepuluh  orang itu.

“Dan kalaupun hanya ada satu orang anak muda di Indonesia yang ingin ke depan ada perubahan ke arah yang lebih baik, ayo kita pastikan, kita adalah orangnya. Karena, kitalah agent of change itu. Kitalah agen perubahan itu,” katanya.

Gadis berdarah Minangkabau itu menjelaskan, sebagai anak muda, kita boleh menyadari realitas saat ini, yakni saat masa pandemi melibas sisi pendidikan.

“Karena kita tidak dapat bertemu sacara langsung, hanya bisa menatap layar secara virtual. Ini adalah krisis, yang masuk ke dalam sisi multi dimensi, yang kita sebagai anak muda terkena imbasnya. Tidak mengapa, kita akui adanya hal itu,” ungkapnya.

Tetapi, lanjut Sherly, di balik sebuah krisis ini akan ada para pemenang baru. Di tengah krisis seperti ini, ayo mempersiapkan diri untuk jadi para pemenang, bukan sekadar bertahan atau pecundang.

“Dan para pemenang itu dipersiapkan. Minimal, persiapkan diri kita sendiri, yang kali ini adalah awardness. Maka, anak muda setelah krisis justru menjadi para pemenang, siap untuk melanjutkan karyanya yang sudah ada. Tinggal masuk ke esksekusi dunia nyata,” urainya.

Di barat, sambungnya, ada pepatah time is money, sementara di timur ‘waktu adalah pedang’. “Maka anak muda Smamita harus memanfaatkan waktu muda ini sebaik-baiknya, sehingga nantinya tidak termasuk sebagai generasi yang menyesal,” tutur Sherly.  

Menikmati Proses

Gadis 28 tahun ini juga berpesan,  di setiap proses dan penempaan, itu otomatis akan ada rasa sakit yang dilewati. Itu pasti. Tanpa ada risiko, tanpa ada rasa sakit, tidak ada reward yang pantas untuk didapatkan.  “Nikmati prosesnya, nikmati rasa sakitnya, karena kita adalah anak muda yang akan lihat pada akhirnya sesuai dengan kapasitas yang pantas untuk kita dapatkan,” pesannya.

Sherly mengajak para peserta untuk menjemput kesempatan dan membuat momentum. “Karena pada akhirnya, kita adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk menjemput dan membuat momentum untuk masa depan kita. Syukur, jika memperluas momentum masa depan kita, generasi muda di tahun 2021 ini,” pungkasnya. (*)

Penulis Emil Mukhtar. Co-Editor Darul Setiawan. Editor Mohammad  Nurfatoni.