PWMU.CO– Rooftop Smamita di gedung lantai 8 menjadi tempat upacara peringatan HUT RI ke-76, Selasa (17/8/2021) pukul 07.00. Upacara bendera diadakan secara offline dan online melalui streaming Yotube SMAM1TA TV.

Upacara offline dilaksanakan terbatas diikuti oleh guru-guru. Sedangkan semua siswa mengikuti upacara secara online. Upacara bendera di atas gedung lantai delapan ini momen pertama kali di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo ini.

Panasnya matahari di atas gedung tidak menyurutkan semangat guru-guru Smamita mengikuti upacara dengan hikmat. Rangkaian upacara juga berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

Semua petugas upacara adalahguru-guru. Mulai memimpin upacara, pemimpin pasukan, pengibar bendera, pembaca susunan upacara, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan Proklamasi, sampai pembacaan doa.

Latihan menjadi petugas upacara ini membutuhkan waktu dua hari. Waktu yang cukup singkat untuk mempersiapkan upacara peringatan HUT RI kali ini.

Mokhamad Ikhuwan, wakil kepala sekolah bidang sarana dan pra sarana Smamita menjadi pemimpin upacara pagi hari itu dengan semangat dan lantang menyiapkan seluruh peserta upacara yang ada di lapangan.

Siswa yang mengikuti kegiatan upacara secara online pun dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan memakai seragam.

”Ini merupakan pertama kali upacara bendera dan semua petugas dari guru-guru sendiri. Biasanya setiap upacara, siswa yang menjadi petugas upacara. Ini menjadi suatu yang membanggakan bagi saya, apalagi menjadi pemimpin upacara di hari yang sakral. Saya sangat antusias, karena dari dulu sejak sekolah sudah biasa latihan baris-berbaris dan biasa menjadi pemimpin upacara,” kata Ikhuwan.

Kepala Smamita Drs Zainal Arif mengungkapkan, upacara kemerdekaan ini dilaksanakan dengan harapan untuk terus mengenang dan menghargai jasa para pahlawan. ”Kita semua harus tetap mengenang jasa para pahlawan, karena pahlawan berjasa memerdekakan bangsa. Tanpa mereka, kita tidak bisa merdeka seperti sekarang ini,” ujarnya.

Walaupun di kondisi pandemi, sambung dia, kita harus tetap semangat, berinovasi, dan berkarya untuk memajukan bangsa kita. Selain itu harus tetap semangat untuk menunjukkan keunggulan yang lebih baik daripada pahlawan zaman dahulu. Dalam artian untuk meneruskan perjuangan melalui kreativitas dan inovasi sendiri meskipun tengah melawan pandemi.

Upacara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-76 ini juga memberikan kesan tersendiri bagi para guru Smamita, karena semenjak pandemi sudah tidak bisa mengadakan upacara di sekolah.

”Sangat bersyukur sekali bisa melakukan upacara 17 Agustus kali ini. Apalagi di masa pandemi. Sudah lama tidak melakukan upacara. Jadi bangga ikut upacara di masa pendemi. Ini baru pertama melakukan upacara bendera di rooftop Smamita. Sensasinya beda, lebih menantang,” ujar Ika Prehantina, guru ekonomi.

Pengibar bendera, Fitria Anjar Sari, yang guru PPKn mengatakan, sudah lama tidak mengikuti upacara, apalagi menjadi petugas upacara. Dia merasa senang sekaligus takut ketika ditunjuk sebagai pengibar bendera. Sebelumnya tidak pernah menjadi pengibar bendera.

Setelah upacara di rooftop Smamita, ada acara tumpengan. Tumpeng dengan aneka rupa lauk pauk itu berhias bendera merah putih di puncaknya. Tumpeng ini dimakan bersama-sama oleh guru-guru mengakraban guru.

Irma Rusdiana, wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan, tumpengan digunakan sebagai tasyakuran bersama guru-guru di sekolah. ”Iya ada tumpeng, untuk acara tasyakuran. Niar/Humas