• Bahasa Indonesia
  • English

Explore The World

Book a Ticket

Edit Template

Kunjungi Smamita, Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno Hidupkan Memori tentang Muhammadiyah

Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno mengunjungi Smamita. Dia mengenang keterkaitan keluarganya dengan Muhammadiyah sekaligus memberi inspirasi bagi siswa. (Satrio)

Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, ke SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menjadi momen reflektif yang sarat nilai sejarah, kebangsaan, dan pendidikan.

Dalam pertemuan hangat bersama siswa-siswi Smamita, Puti menyampaikan kesan mendalam sekaligus mengajak generasi muda memahami akar sejarah bangsa.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa berkunjung ke Smamita. Berbicara tentang Muhammadiyah bagi saya bukan hal baru,” ujarnya di hadapan para siswa.

Dia menelusuri keterkaitan historis keluarganya dengan Muhammadiyah, yang menurutnya menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Puti mengisahkan sosok Fatmawati, penjahit Sang Saka Merah Putih yang lahir di Bengkulu dan dikenal sebagai anggota Aisyiyah.

Ayah Fatmawati, Hassan Din, merupakan pendidik sekaligus aktivis Muhammadiyah yang memilih meninggalkan pekerjaannya di perusahaan Belanda karena menentang penjajahan. Ia kemudian aktif sebagai pimpinan Muhammadiyah di Bengkulu.

Tak hanya itu, Puti juga mengulas perjalanan kakeknya, Soekarno, yang masa kecilnya banyak dihabiskan di Surabaya. Sejak kecil, Soekarno kerap mengikuti dakwah Ahmad Dahlan dan pernah mondok di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh besar pergerakan Sarekat Islam.

Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno bahkan sempat menjadi guru dan tercatat sebagai anggota Muhammadiyah saat diasingkan ke Bengkulu.

“Karena itu, secara moral saya merasa Muhammadiyah adalah bagian dari keluarga besar Bung Karno,” tutur Puti.

Dia menegaskan kehadirannya di Smamita bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan juga menjalankan tugas konstitusional sebagai wakil rakyat di Komisi X DPR RI. Menurutnya, Komisi X memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, khususnya dalam kemitraan dengan kementerian yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan sains.

Kunjungan ke Smamita merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah di Surabaya dan Sidoarjo. “Hari ini saya melihat ada beberapa fasilitas yang perlu direvitalisasi agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” ujarnya. Ia berharap perhatian terhadap infrastruktur pendidikan berjalan seiring dengan penguatan nilai kebangsaan dan karakter siswa.

Selain itu, kunjungan ini menjadi ruang dialog inspiratif bagi siswa Smamita, yang tidak hanya mendapatkan motivasi untuk berani bermimpi besar, tetapi juga pelajaran berharga tentang sejarah, perjuangan, dan peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.

Penulis Zade Jurnalistik Smamita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) adalah sekolah berbasis Islam unggul prestasi yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berlandaskan visi “Shaleh dalam perilaku, unggul dalam mutu, dan berdaya saing global,” SMAMITA mengusung core value RESPECT School (Religious, Smart, Positive, Creative) sebagai budaya sekolah untuk membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.

Layanan

Rapor

SKL

Berita

Pengumuman

Resource

Unduh

Pusat Bantuan

Acara

Kontak

© 2025 Created with SMA Muhammadiyah 1 Taman