
Siswa Tahfidz Class SMA Muhammadiyah 1 Taman sedang melaksanakan Munaqasah Akhir Dirasah di ruang Demokrasi (Kayla)
Program Class Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) melaksanakan kegiatan Munaqasah Akhir Dirasah yang diikuti seluruh siswa tahfidz kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Demokrasi dan Ruang Perpustakaan lantai 2 pada Senin (15/12/2025).
Munaqasah Akhir Dirasah menjadi bagian dari evaluasi kemampuan hafalan siswa sekaligus kualitas bacaan tajwid yang selama ini dipelajari. Kegiatan ini menghadirkan penguji dari Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sidoarjo serta Pengasuh Pondok Pesantren Islamic Center (eLkisi) Mojokerto.
Dalam pelaksanaannya, para siswa tahfidz diuji terkait hafalan, kelancaran, ketepatan bacaan tajwid, serta makhraj huruf. Seluruh rangkaian munaqasah berlangsung secara tertib dan khidmat. Para siswa mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh serta melakukan persiapan yang matang.
Hasil dari kegiatan munaqasah ini nantinya akan menjadi bagian penting dan bermanfaat sebagai komponen penilaian akhir semester dalam pembelajaran tahfidz.
Penguji munaqasah, KH Ahmad Hafidz Ayatullah MHI, menyampaikan bahwa munaqasah menjadi sarana evaluasi kualitas tahfidz siswa Smamita.
“Adanya munaqasah ini sebagai evaluasi untuk menilai kualitas tahfidz di Smamita, meskipun sebagian besar siswa hafalannya masih di bawah standar nilai kelulusan. Hal tersebut bukan menjadi kekurangan, melainkan bahan evaluasi ke depan agar hafalan yang dilakukan siswa tetap terjaga, mulai dari awal menghafal hingga akhir yang harus dipertahankan,” ujar pengasuh PP MQ At-Tauhid sekaligus perwakilan dari Kemenag Kabupaten Sidoarjo itu.
Ia juga berpesan kepada para guru tahfidz dan orang tua agar terus membimbing siswa dalam menjaga dan melanjutkan hafalan. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an menjadi kebutuhan penting, termasuk untuk peluang beasiswa di perguruan tinggi.
“Hafalan tidak berhenti di juz yang sudah dihafalkan saja, tetapi harus terus dilanjutkan dan ditekatkan hingga khatam. Sejatinya, menjaga hafalan yang belum selesai lebih sulit dibandingkan yang sudah hafal 30 juz, karena adanya beban belum khatam dan hafalan yang sudah ada belum terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ustadz Ali Murtadho, Pengasuh Pondok Pesantren eLkisi, turut menyampaikan pandangannya terkait kegiatan munaqasah dan tantangan terbesar dalam menjaga hafalan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada siswa tahfidz Smamita yang sudah mampu menjaga hafalannya. Kegiatan ini menjadi sarana mengukur kemampuan siswa untuk tetap istiqamah menjaga hafalan,” tuturnya.
Menurutnya, istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an akan berdampak positif dalam kehidupan. “Bagi yang istiqamah menjaga hafalannya, insyaallah segala urusannya dimudahkan oleh Allah. Al-Qur’an itu mudah dihafalkan dibandingkan rumus matematika,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi siswa tahfidz, mulai dari lingkungan pergaulan, pengaruh penggunaan smartphone, jarangnya pertemuan dengan guru, hingga pengaruh maksiat yang dapat melemahkan hafalan.
“Saya mengapresiasi para wali siswa yang tetap berikhtiar memasukkan putra-putrinya ke kelas Tahfidz Smamita, serta para ustadz dan ustadzah yang terus mendidik agar istiqamah menghafal. Ini juga menjadi jawaban atas persoalan keumatan, karena lebih dari 73 persen umat Islam di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an. Smamita termasuk sekolah yang peduli terhadap Al-Qur’an,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu siswi Munaqasah Tsabita Salsabila mengapresiasi ujian munaqasah yang sebagai program tahfidz. “Saya telah mempersiapkan ujian dengan sungguh-sungguh selama satu bulan, seperti melakukan murajaah dan setor hafalan kepada guru pembimbing yang berada disekolah,” ujar siswa tahfidz Class XII-4 itu.
“Alhamdullilah saya sudah bisa menghafal pada Juz 1, 2, 3, 15, dan 16. Cara saya untuk lebih mudah menghafal yaitu dengan metode membaca Al-Qur’an dan mendengarkan. Setelah melakukan Munaqasah ini kedepannya saya akan mempersiapkan kembali dengan kondisi yang lebih siap dari pada hari ini,” imbuhnya.
Dengan terlaksananya ujian Munaqasah Akhir Dirasah, Smamita berharap agar para siswa lain tidak hanya siswa tahfidz juga akan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an. Serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis Kayla Jurnalistik Smamita
