
Influencer dan musisi Dio Diadon memainkan alat musik gitar dalam semarak “Carving Memories in Ramadan Smamita” di Hall lantai 2 (Satrio)
Melalui kegiatan momentum Ramadan bertajuk “Carving Memories in Ramadan,” SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menghadirkan influencer sekaligus musisi ternama Dio Diadon untuk berbagi inspirasi kepada ratusan siswa Smamita. Kegiatan berlangsung di hall lantai 2 pada Sabtu (7/3/2026).
Dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui pendekatan seni dan musik yang dekat dengan generasi muda. Hal inilah yang dilakukan oleh influencer sekaligus musisi asal Yogyakarta, Dio Diadon, saat berbagi inspirasi di hadapan para pelajar Smamita.
Terinspirasi dari perjuangan tokoh pembaharu Islam KH Ahmad Dahlan yang kala itu menggunakan alat musik berupa biola sebagai media dakwah, Dio Diadon memanfaatkan gitar sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan dakwah yang lebih ringan, menyentuh, dan mudah diterima oleh kalangan siswa.
Dalam setiap sesi tausiyahnya, Dio Diadon tampil sederhana dengan gitar di tangannya. Petikan gitar yang lembut mengiringi setiap pesan yang ia sampaikan, sehingga suasana dakwah terasa lebih hangat dan dekat dengan generasi Z saat ini.
“Dakwah itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Musik bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada generasi muda,” ungkap Dio.
Melalui lagu-lagu yang ia bawakan, Dio mengajak para siswa Smamita yang hadir untuk lebih mencintai Islam, memperkuat iman, serta meneladani semangat perjuangan tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
Menurutnya, metode dakwah yang kreatif sangat penting di era sekarang. Generasi muda membutuhkan pendekatan yang relevan dengan dunia mereka agar pesan yang disampaikan tidak terasa menggurui, tetapi justru menginspirasi.
Petikan gitar yang berpadu dengan lirik penuh makna membuat para siswa Smamita terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan tausiyah, tetapi juga menikmati suasana dakwah yang berbeda, lebih santai namun tetap sarat pesan moral.
Semangat dakwah yang menggabungkan seni, kreativitas, dan nilai keislaman ini menjadi bukti bahwa pesan kebaikan dapat disampaikan melalui berbagai media, selama tujuannya untuk mengajak kepada kebaikan dan menebarkan inspirasi.
Penulis Vino Jurnalistik Smamita
