Lebih dari Sekedar Melipat Kertas, Kegiatan Origami Memicu Kreativitas dan Keterampilan Motorik

Lebih dari Sekedar Melipat Kertas, Kegiatan Origami Memicu Kreativitas dan Keterampilan Motorik

SMA Muhammadiyah 1 Taman kedatangan guru tamu dari Universitas 17 Agustus Surabaya yang juga asli berasal dari Jepang untuk berbagi pengetahuan tentang origami dan ikigai. Guru tamu ini adalah seorang ahli dalam seni melipat kertas dan filosofi hidup Jepang.

Acara ini didatangkan untuk kelas X5 (M-ICO) SMA Muhammadiyah 1 Taman, Jumat (17/05/2024). Guru tamu yang dipandu oleh Katsuki Kie, demonstrasi cara melipat origami yang indah dan rumit, seperti kotak hadiah dan amplop. “Origami bukan hanya seni, tapi juga alat untuk melatih kesabaran dan ketelitian,” kata Katsuki Kie .Ia juga menjelaskan filosofi ikigai, yaitu konsep Jepang tentang menemukan tujuan hidup.

Para siswa sangat antusias dengan acara ini. Mereka belajar banyak tentang budaya Jepang dan cara hidup orang Jepang. Mereka juga terinspirasi oleh filosofi ikigai untuk menemukan tujuan hidup mereka sendiri. Setelah sesi origami, Katsuki Kie memperkenalkan konsep ikigai, yang sering diterjemahkan sebagai alasan untuk bangun di pagi hari. Ikigai adalah filosofi hidup yang membantu seseorang menemukan tujuan dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat komponen utama ikigai meliputi apa yang kita cintai, apa yang kita kuasai, apa yang dunia butuhkan, dan apa yang bisa kita dapatkan bayaran untuk melakukannya,” ucap Katsuki Kie. Ia juga membagikan kisah-kisah inspiratif dari orang-orang yang telah menemukan ikigai mereka, memberikan contoh bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan modern.

Kunjungan Katsuki Kie memberikan pengalaman berharga bagi para siswa-siswi dalam memahami seni dan filosofi hidup Jepang. Melalui origami dan ikigai, siswa-siswi belajar nilai-nilai yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan pribadi. Acara ini bukan hanya sekadar perkenalan budaya, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antar bangsa melalui pemahaman dan penghargaan yang mendalam terhadap kearifan lokal masing-masing.