
Rasya Gavin Santoso dan Keysa Aulia Fayyaz meraih Juara 1 dalam Kompetisi PPKN 2025 tingkat Nasional. Rasya juga menyabet Penghargaan Best Speaker Foto:Nashiiruddin
Program Studi Pendidikan Pancasila Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Kompetisi PPKn Nasional ke-13 tahun 2025. Dalam ajang bergengsi tersebut, dua siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), yakni Rasya Gavin Santoso dari Excellent Class XII-1 dan Keysa Aulia Fayyaz dari International Class XI-5, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Sabtu (4/10/2025).
Mengusung tema Cerdaskan Anak Bangsa, Wujudkan Generasi Bermutu untuk Indonesia Berakhlak, Mandiri, Ulet, Tangguh, dan Unggul, Rasya Gavin Santoso sukses meraih gelar Juara 1 sekaligus predikat Best Speaker. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keduanya, juga bagi keluarga besar Smamita.
Dengan semangat juang tinggi serta bimbingan intensif dari guru pembimbing, Rasya dan Keysa berhasil mengungguli 70 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi berlangsung dalam beberapa tahap: babak penyisihan pada 20 September 2025 secara daring, kemudian semifinal dan final pada 4 Oktober 2025 secara luring.
Dalam wawancaranya, Rasya menjelaskan, “Alhamdulillah, kami selalu fokus dan semangat mempersiapkan kompetisi ini. Meskipun diikuti sekitar 70 tim dari berbagai daerah, kami tetap percaya diri pada kemampuan sendiri. Kami harus berani mencoba dan keluar dari zona nyaman agar bisa mempersembahkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.
Pada babak final, Rasya dan Keysa mengusung mosi tentang makanan bergizi gratis sebagai langkah konkret menekan angka gizi buruk sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan bahasa yang runtut dan argumentatif, Rasya menegaskan pentingnya sarapan bergizi gratis di sekolah agar siswa lebih fokus dan aktif dalam pembelajaran.
“Program ini membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan gizi cukup, mereka bisa terhindar dari stunting dan lebih konsentrasi belajar. Siswa yang makan cukup dan bergizi akan lebih semangat di kelas,” jelasnya.
Rasya berharap prestasi ini bisa menjadi batu loncatan untuk meraih cita-cita, termasuk lolos ke perguruan tinggi negeri impiannya.
Sementara itu, guru PPKn Smamita sekaligus pembimbing lomba, Alifia Widianti MPd, turut menyampaikan rasa bangganya. “Saya sangat bersyukur dan bahagia melihat perjuangan mereka membuahkan hasil. Proses bimbingan yang panjang akhirnya terbayar dengan prestasi nasional ini,” ujarnya.
Alifia menjelaskan bahwa kompetisi ini terdiri atas tiga babak: penyisihan dengan 110 soal, semifinal berupa cerdas cermat langsung bersama dosen, dan final berupa analisis kasus video serta debat mosi tentang kebijakan makan bergizi gratis.
Ia menambahkan, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti sinergi antara guru dan siswa yang menghasilkan prestasi gemilang. “Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi siswa Smamita lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah,” tutupnya.
Penulis: Nashiiruddin
