
SKJ dari siswa XI-3 Smamita tahun 1984 yang diperagakan energik dan dikolaborasikan dengan lagu masa kini.(Nashiiruddin)
Semarak Gelar Karya SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menjadi ruang kreativitas, kebersamaan, dan edukasi gaya hidup sehat. Mengusung tema Membangun Jiwa Raga yang Sehat sebagai Wujud Demokratisasi Peserta Didik, kegiatan ini digelar meriah pada Rabu (15/4/2026).
Salah satu daya tarik utama adalah penampilan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) lintas generasi dari tahun 1984 hingga 2021. Tujuh kelompok siswa menampilkan gerakan senam nasional secara berurutan, menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus semangat hidup sehat yang tetap relevan hingga kini.
Tak hanya itu, Gelar Karya Smamita juga menghadirkan Bazar Sehat dengan 21 stan hasil karya siswa. Beragam menu bergizi ditampilkan secara kreatif, lengkap dengan informasi nilai gizi serta proses pengolahan yang higienis dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dinilai langsung oleh dewan juri, yakni Dosen Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya Shery Iris Zalillah serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sidoarjo Farida Farah Zakiyah.
Shery memberikan apresiasi tinggi terhadap Gelar Karya yang dinilainya mampu menjadi wadah pembinaan karakter, kekompakan, dan kreativitas siswa. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting di tengah tantangan generasi muda yang cenderung individualistis.
“Ketika siswa mau berkumpul, berlatih bersama, dan membangun kekompakan, itu luar biasa. Olahraga pun dikemas menyenangkan dengan lagu-lagu lawas tanpa menghilangkan esensi sehatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Farida menilai Bazar Sehat Smamita sangat edukatif dan kreatif. Ia mengapresiasi keberanian siswa mengolah bahan noninstan, seperti yogurt homemade, dimsum bergizi, hingga puding berbahan pangan lokal yang dikreasikan secara modern.
“Dari 21 stan, konsepnya kuat, kreatif, dan rasanya enak. Ini pembelajaran gizi yang sangat baik,” tuturnya, sembari mendorong siswa untuk lebih mengeksplorasi potensi makanan lokal Jawa Timur.
Koordinator kegiatan Akbar Satria Putra Mahendra SPd MPd menegaskan bahwa Gelar Karya dirancang selaras dengan penguatan Proyek Profil Lulusan. Siswa belajar merancang produk, menghitung nilai gizi, mengemas, hingga memasarkan hasil karyanya.
“Ini pembelajaran bermakna yang melatih kreativitas, kemandirian, berpikir kritis, dan jiwa kewirausahaan,” jelasnya.
Perpaduan SKJ 1984–2021 dan Bazar Sehat menjadikan Gelar Karya Smamita bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan ruang edukasi yang menanamkan nilai hidup sehat, kolaboratif, dan produktif.
Penulis Billa Jurnalistik Smamita
