• Bahasa Indonesia
  • English

Explore The World

Book a Ticket

Edit Template

Wakil Ketua PDM Sidoarjo Sampaikan Delapan Etos Kerja Islami yang Harus Diamalkan Guru dan Karyawan Muhammadiyah

Wakil Ketua PDM Sidoarjo Dr Taufiqurrahman MAg menyampaikan pesan penting kepada seluruh guru dan karyawan Smamita. (Nashiiruddin)

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus meneguhkan karakter pendidik berkemajuan melalui Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang diikuti seluruh guru dan karyawan. Kegiatan yang digelar di Ruang Demokrasi lantai 2 ini menjadi ruang refleksi ideologis sekaligus penguatan etos kerja Islami di lingkungan sekolah pada Jumat (22/5/2026).

Kajian AIK menghadirkan Wakil Ketua PDM Sidoarjo Dr Taufiqurrahman MAg sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak peserta mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan, seraya meneguhkan komitmen berorganisasi di Muhammadiyah.

Taufiqurrahman mengutip Surah At-Taubah ayat 105 sebagai landasan orientasi kerja, bahwa Allah Maha Melihat setiap amal perbuatan. Menurutnya, seluruh aktivitas di Smamita seyogianya diniatkan sebagai ibadah lillahi ta‘ala. Dengan niat yang lurus, pekerjaan tidak hanya bernilai materi, tetapi menjadi amal saleh yang berbuah keberkahan.

“Berapa pun gaji yang diterima, selama halal dan diniatkan ibadah, insyaallah berkah. Jadikan kerja dari pagi hingga sore sebagai amal saleh. Jika tidak bernilai amal, maka sia-sia,” ungkapnya.

Lebih jauh, Taufiqurrahman menguraikan delapan etos kerja Islami yang perlu diinternalisasi guru dan karyawan Muhammadiyah. Pertama, bekerja sebagai ibadah yang dilandasi kecintaan dan kesungguhan. Kedua, bekerja sebagai amanah yang ditunaikan dengan hati, pikiran, dan keterampilan terbaik.

Ketiga, bekerja sebagai rahmat dengan rasa syukur tanpa menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama. Keempat, bekerja sebagai panggilan dengan integritas dan ketuntasan tugas, disertai penguatan spiritual melalui amal wajib dan sunnah.

Kelima, bekerja sebagai pelayanan dengan sikap melayani, bukan untuk dilayani. Keenam, bekerja sebagai aktualisasi diri dengan semangat, kerja keras, dan kreativitas.

Ketujuh, bekerja sebagai seni yang menuntut inovasi dan keikhlasan. Kedelapan, bekerja sebagai kenikmatan yang ditopang lima kunci sukses: movement, teamwork, knowledge, hard work, dan spiritual power (doa).

Menutup pemaparannya, Taufiqurrahman menegaskan bahwa kesuksesan lahir dari proses sebab-akibat dan semangat fastabiqul khairat. “Hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang paling banyak berbuat baik,” pesannya.

Sementara itu, Waka Ismuba Miftahol Jannah SAg MPd menjelaskan bahwa dalam kegiatan kajian Islam dan Kemuhammadiyahan ini menjadi pengingat penting bahwa etos kerja dalam Muhammadiyah bukan sekadar tuntutan profesional, tetapi juga bentuk ibadah dan pengabdian.

“Guru dan karyawan Smamita diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap peran, sehingga lahir pribadi yang disiplin, amanah, dan berkemajuan. Dari sinilah kekuatan Smamita dibangun, dari kerja yang ikhlas, cerdas, dan berorientasi pada kemaslahatan.”

Melalui Kajian AIK ini, Smamita berharap karakter guru dan karyawan semakin profesional, berintegritas, serta kokoh dalam nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, menjadi teladan etos kerja berkemajuan bagi peserta didik.

Penulis Nashiiruddin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) adalah sekolah berbasis Islam unggul prestasi yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berlandaskan visi “Shaleh dalam perilaku, unggul dalam mutu, dan berdaya saing global,” SMAMITA mengusung core value RESPECT School (Religious, Smart, Positive, Creative) sebagai budaya sekolah untuk membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.

Layanan

Rapor

SKL

Berita

Pengumuman

Resource

Unduh

Pusat Bantuan

Acara

Kontak

© 2025 Created with SMA Muhammadiyah 1 Taman