
Siswa Smamita menerima apresiasi Juara 1 lomba Bola Beracun Foto: Olivia
Sidoarjo-Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu meriah di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Beragam perlombaan yang diikuti siswa-siswi dari berbagai kelas tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menjadi ajang mengasah kekompakan, kerja sama, dan sportivitas Rabu sampai Jumat (12-14/8/2026).
Kegiatan Pitulasan tersebut menghadirkan sejumlah lomba unik dan penuh tantangan, di antaranya Best Supporter, Paku Merdeka, Licin Duet, Spider Ball, Pancing Kerupuk, Kardus Bergilir, dan Bola Beracun. Sorak-sorai dan semangat para peserta serta pendukung membuat suasana perlombaan semakin semarak.
Sejak perlombaan dimulai, setiap kelas berusaha memberikan penampilan terbaik. Tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, sebagian besar lomba menuntut strategi dan kerja sama tim. Karena itu, kekompakan menjadi salah satu kunci untuk meraih kemenangan.
Pada sesi awarding, kelas XII-1 berhasil keluar sebagai juara pertama kategori Best Supporter. Sementara itu, lomba Paku Merdeka dimenangkan kelas XII-6 sebagai juara pertama dan X-5B sebagai juara kedua.
Pada lomba Licin Duet, kelas XII-7 berhasil meraih juara pertama, disusul X-1 sebagai juara kedua. Untuk Spider Ball, XII-1 menjadi juara pertama, sedangkan XI-4 meraih juara kedua.
Keseruan juga terlihat pada lomba Pancing Kerupuk. XII-5 berhasil menjadi juara pertama dan X-6 menempati posisi kedua. Kemudian, lomba Kardus Bergilir dimenangkan XI-4, sementara XII-6 meraih juara kedua. Adapun lomba Bola Beracun berhasil dimenangkan oleh XI-6 sebagai juara pertama dan XI-4 sebagai juara kedua.
Salah satu anggota tim Bola Beracun XI-6, Nabila, mengaku senang sekaligus tidak menyangka timnya mampu meraih kemenangan.
“Aku dan anggota yang lain sangat senang dan tidak menyangka bahwa kita bisa memenangkan lomba Bola Beracun,” ungkap Nabila.
Bersama Quinsha, Shakila, dan Tiara, Nabila terus berusaha menghadapi setiap tantangan selama perlombaan. Kekompakan dan semangat pantang menyerah akhirnya mengantarkan tim XI-6 menjadi juara pertama.
Keempat anggota tim tersebut berharap dapat kembali meraih prestasi apabila mengikuti perlombaan pada kesempatan berikutnya. Mereka juga mengajak seluruh peserta untuk berani mencoba dan tidak mudah menyerah.
“Jangan takut, jangan pernah menyerah, dan selalulah semangat untuk terus mencoba.”
Lebih dari sekadar memperebutkan gelar juara, Pitulasan Smamita menjadi ruang bagi siswa untuk menikmati suasana kemerdekaan sekaligus belajar tentang arti kebersamaan, kerja sama, kekompakan, dan sportivitas.
Melalui berbagai perlombaan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegembiraan, tetapi juga diwujudkan melalui semangat berkompetisi secara sehat dan saling mendukung antarsiswa.
Penulis Olivia Jurnalistik Smamita
