• Bahasa Indonesia
  • English

Explore The World

Book a Ticket

Edit Template

Membanggakan! Imara Al Hamani Guru Smamita Lanjutkan Studi ke Jepang, Raih Beasiswa MEXT

Koordinator Muhammadiyah International Class Orientation Smamita Imara Al Hamani saat berada di Onsen Jepang ia meraih Beasiswa MEXT ke Jepang (Satrio)

Mimpi Imara Al Hamani, S.S. untuk melanjutkan studi ke Jepang akhirnya terwujud. Guru sekaligus Koordinator Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) itu berhasil meraih beasiswa Monbukagakusho (MEXT) untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Kabar kelulusan tersebut diterima Imara pada Jumat (21/8/2026).

Setelah melewati proses seleksi yang berlangsung sekitar enam bulan sejak pendaftaran pada Januari 2026. Perjuangannya yang ia lakukan tidaklah ringan. Berdasarkan informasi yang diterima Imara dari Kedutaan Besar Jepang, lebih dari 1.000 peserta dari Indonesia mengikuti seleksi. Namun, hanya enam peserta yang akhirnya dinyatakan lolos.

Imara menjadi salah satu dari enam penerima beasiswa tersebut. Menariknya, MEXT merupakan pengalaman pertama Imara mengikuti seleksi beasiswa.

“Sebetulnya sudah lama ingin mendaftar, tetapi baru tahun ini diperbolehkan oleh orang tua. Ini pertama kali saya mendaftar beasiswa dan alhamdulillah diterima,” ujar Imara yang juga menjabat Sekretaris PCNA Sepanjang.

Enam Bulan Menembus Seleksi

Perjalanan Imara menuju Jepang dimulai dari seleksi administrasi. Setelah lolos pemeriksaan dokumen, ia harus mengikuti ujian tulis dan wawancara.

Berkas peserta yang lolos tahap awal kemudian dikirim ke Jepang untuk menjalani proses seleksi lanjutan oleh pihak MEXT. Pada tahap ini, persaingan semakin ketat karena kandidat yang dihadapi bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.

Di tengah proses tersebut, Imara sempat menghadapi tantangan lain. Menjelang wawancara, kondisi kesehatannya menurun dan ia harus menjalani perawatan selama sekitar satu pekan.

“Di tengah proses ujian tulis dan menjelang wawancara saya terkena tipes selama sepekan. Bahkan saat berangkat ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta untuk proses wawancara, saya baru lepas infus tambahan. Perban infusnya masih ada di tangan,” kenangnya.

Kabar kelulusan pun menjadi momen yang tidak terlupakan. Imara membuka email pengumuman tersebut bersama keluarganya di rumah. Kebahagiaan langsung terasa ketika namanya tercantum sebagai salah satu penerima beasiswa.

Keputusan Imara memilih Jepang sebagai tujuan studi bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah lama tertarik dengan sistem pendidikan Jepang yang dinilainya sistematis dan memiliki tata kelola yang kuat.

Ketertarikan tersebut semakin relevan dengan bidang studi yang akan ia jalani.

“Saya tertarik sekali dengan sistem pendidikan dan negara Jepang yang sangat sistematis,” ungkapnya.

Melalui MEXT, Imara tidak hanya akan belajar secara akademik, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung bagaimana sistem pendidikan dan praktik pembelajaran berlangsung di Jepang.

Ia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 30 September 2026 dan akan menjalani rangkaian pendidikan hingga 2028 dengan durasi sekitar 1,6 tahun.

Belajar Bahasa Jepang hingga Penelitian di Nara

Setibanya di Jepang, Imara akan menjalani tahap awal pendidikan berupa pembelajaran bahasa Jepang di JASSO Osaka.

Setelah itu, perjalanan akademiknya berlanjut ke Nara University of Education. Di sana, ia akan bergabung dengan Faculty of Teacher Education, English Language Education, Graduate School of Education.

Kesempatan tersebut akan dimanfaatkan Imara untuk memperluas wawasan tentang pendidikan, bahasa, serta praktik pembelajaran dalam lingkungan akademik internasional.

Sebagai Koordinator M-ICO Smamita, pengalaman ini menjadi semakin bermakna. Selama ini, ia terlibat dalam program yang mendorong siswa memiliki wawasan global dan kesiapan berinteraksi dengan lingkungan internasional.

Kini, Imara mendapat kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan internasional tersebut di Jepang.

Bagi Imara, beasiswa MEXT bukan sekadar tiket untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Ada tanggung jawab dan harapan yang ingin ia bawa sejak awal keberangkatannya.

Ia ingin pengalaman belajar, penelitian, dan interaksi dengan dunia pendidikan Jepang kelak memberikan manfaat bagi Smamita, siswa, serta masyarakat di sekitarnya.

“Harapannya, setelah pendidikan nanti saya bisa membawa manfaat dan menebarkan banyak ilmu untuk sekitar,” katanya.

Keberhasilan Imara menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Smamita. Perjalanannya sekaligus menunjukkan bahwa semangat belajar seorang guru tidak berhenti ketika ia berdiri di depan kelas.

Dari Smamita menuju Jepang, Imara membawa sebuah misi: menimba ilmu, memperluas pengalaman, dan kembali membawa pengetahuan untuk memberi warna baru bagi dunia pendidikan.

Penulis Nashiiruddin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) adalah sekolah berbasis Islam unggul prestasi yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berlandaskan visi “Shaleh dalam perilaku, unggul dalam mutu, dan berdaya saing global,” SMAMITA mengusung core value RESPECT School (Religious, Smart, Positive, Creative) sebagai budaya sekolah untuk membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.

Layanan

Rapor

SKL

Berita

Pengumuman

Resource

Unduh

Pusat Bantuan

Acara

Kontak

© 2025 Created with SMA Muhammadiyah 1 Taman