
Guest Teacher SMA Muhammadiyah 1 Taman bersama Mokhamad Ikhwan Sensei sedang menikmati Bakso Solo Foto: Nashiiruddin
Menjadi Guest Teacher di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) bukan hanya tentang berbagi ilmu dan mengenal budaya. Bagi Yuya Sato, guru tamu asal Jepang, berada di Indonesia juga menjadi kesempatan untuk menjelajahi cita rasa kuliner Nusantara, Jumat (28/8/2026).
Yuya kembali mencicipi masakan khas Indonesia. Dengan rasa penasaran, ia mencoba berbagai menu yang memiliki cita rasa berbeda dari makanan Jepang.
Sejumlah kuliner Indonesia telah ia cicipi. Di antaranya sate ayam, soto Kudus, nasi goreng, nasi bebek, mi goreng, dan bakso. Dari beberapa menu tersebut, sate ayam menjadi makanan yang paling ia sukai.
“Sate ayam paling saya suka,” ujar Yuya saat menceritakan pengalamannya mencicipi kuliner Indonesia.
Menurut Yuya, setiap makanan memiliki karakter rasa yang berbeda. Ada yang gurih, manis, hingga pedas. Keberagaman rasa tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus menarik selama dirinya tinggal di Indonesia.
Petualangan kuliner Yuya rupanya belum berhenti. Ia berencana mencoba nasi rawon sebagai salah satu menu berikutnya. Bagi pria asal Jepang ini, mencicipi makanan lokal merupakan cara sederhana untuk mengenal Indonesia lebih dekat.
“Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dengan mencoba makanan dan mengenal kebiasaan masyarakatnya,” ujar Yuya.
Sementara Waka Humas Smamita Mokhamad Ikhwan, S.Pd baginya kehadiran Yuya Sato Sensei di Smamita menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru. Interaksi dan pertukaran budaya yang terjalin memberikan warna baru dalam proses pembelajaran.
“Saya melihat siswa sangat antusias mengenal budaya Jepang sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada Yuya Sensei. Semoga pengalaman selama di Smamita menjadi kenangan yang berkesan dan semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.”
Belajar Budaya dari Meja Makan
Kehadiran Yuya Sato sebagai Guest Teacher di Smamita berlangsung selama sekitar satu setengah bulan. Selama berada di sekolah, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran, terutama bersama siswa Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO).
Interaksi bersama siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Berbagai pengalaman di luar pembelajaran formal turut menjadi bagian dari proses pengenalan budaya antara Jepang dan Indonesia.
Bagi siswa Smamita, mengenalkan kuliner Nusantara kepada Yuya juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dari makanan, mereka dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi Yuya, setiap hidangan yang dicicipinya menjadi cerita baru selama berada di Indonesia. Dari sate ayam hingga rencana mencicipi nasi rawon, perjalanan kulinernya menjadi salah satu warna menarik dalam pengalaman menjadi Guest Teacher di Smamita.
Penulis Nashiiruddin
