
Rizka Noor Rahmah sukses mengukir prestasi dengan meraih medali emas pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan Foto Satrio
Kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah kembali membuahkan prestasi membanggakan. Siswa International Class SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Rizka Noor Rahmah kelas X-5A, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat nasional, Selasa (8/6/2026).
Kompetisi bergengsi tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar Sulawesi Selatan dan diikuti oleh pelajar-pelajar terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program International Class Smamita tidak hanya menekankan penguasaan akademik berstandar global, tetapi juga membentuk karakter siswa yang tangguh, adaptif, dan bermental juara.
Persiapan Panjang dan Tantangan Mendadak
Prestasi Rizka diraih melalui proses panjang dan penuh perjuangan. Mulai dari seleksi internal sekolah, latihan intensif, hingga pendampingan berkelanjutan oleh guru pembimbing. Rizka mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum lomba dengan menyiapkan dua naskah cerita masing-masing untuk babak semifinal dan final yang mengusung tema serupa namun dengan judul dan alur cerita berbeda.
Namun, tantangan terbesar justru datang menjelang hari-H. “Sekitar pukul 21.00 malam sebelum lomba, saya mendapat pembaruan juknis. Hampir semua ketentuan berubah, mulai dari durasi storytelling, tema besar, hingga aturan properti,” tutur Rizka.
Saat itu, ia sudah berada di Makassar sehingga tidak memungkinkan untuk menyiapkan properti tambahan, sementara konsep penampilan telah tersusun matang. Perubahan mendadak tersebut menuntut improvisasi cepat. Dengan dukungan orang tua dan masukan dari guru pendamping, Rizky Rakhmawan, S.Si, Rizka menyusun ulang naskah hingga larut malam.
“Saya memotong dan menghubungkan teks yang sudah ada agar sesuai dengan tema baru, lalu terus berlatih sampai waktu tampil tiba,” ujarnya.
Mental Juara di Tengah Persaingan Ketat
Dalam ajang ini, Rizka bersaing dengan sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Dari jumlah tersebut, hanya 15 peserta terbaik yang melaju ke babak final. Atmosfer kompetisi nasional yang penuh tantangan justru menambah semangatnya. “Saya bertemu banyak teman sekaligus lawan dari latar belakang yang beragam. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan,” ungkapnya.
Kesaksian Pendamping Perjalanan Penuh Makna
Guru pendamping, Rizky Rakhmawan, S.Si, mengungkapkan bahwa perjalanannya mendampingi OlympicAD di Makassar bukan sekadar mengawal lomba, tetapi juga menjadi pelajaran hidup tentang ketenangan, ikhtiar, dan keyakinan.
“Awalnya saya menjaga jarak, namun semangat dan kegigihan anak-anak terutama Rizka perlahan membuka hati saya. Drama sejak H-1 lomba, mulai dari nama peserta yang sempat hilang hingga perubahan tema mendadak, sempat mengguncang mental kami. Namun di situlah saya melihat kedewasaan Rizka dalam berjuang,” tuturnya.
Ia menambahkan, di tengah keterbatasan waktu dan tekanan target medali emas, mereka belajar beradaptasi, berpikir cepat, dan tetap optimis. “Puncaknya, saat Rizka tampil terakhir dengan performa luar biasa hingga mendapat standing applause dari juri, saya benar-benar terharu. Medali emas ini bukan sekadar kemenangan lomba, tetapi bukti bahwa kerja keras, doa, dan kepercayaan diri mampu mengalahkan rasa panik dan keraguan,” ujarnya.
Mengharumkan Nama Sekolah, Menginspirasi Sesama
Kerja keras itu pun berbuah manis. Rizka bersyukur dapat membawa pulang medali emas sebagai hasil dari usaha tanpa lelah dan doa yang menyertai setiap langkahnya. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Smamita di kancah nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berjuang meraih mimpi dan berani menghadapi tantangan.
Penulis Nashiiruddin
