• Bahasa Indonesia
  • English

Explore The World

Book a Ticket

Edit Template

Edwin Yogi Laayrananta Kembali Nakhodai Smamita Periode 2026–2030

Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom. Foto: Satrio

Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) periode 2026–2030. Amanah tersebut ditandai dengan serah terima jabatan yang dihadiri unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang dan civitas akademika Smamita di Ruang Demokrasi Smamita, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sepanjang Drs. Gawat Noor Hadiyanto, M.Pd., Bendahara PCM Sepanjang Fityan Izza Noor Abidin, S.E., M.S.A., serta Staf PCM Sepanjang Muhammad Habib Rosyidi, S.Sos. 

Dalam sambutannya, Gawat Noor Hadiyanto menyampaikan bahwa Smamita telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh warga sekolah.

“Smamita hingga saat ini sudah jauh berkembang. Tentu ini merupakan hasil kerja keras semuanya, termasuk Bapak dan Ibu guru Smamita,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Smamita dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, tantangan dan kebutuhan pengembangan sekolah ke depan membutuhkan sinergi dari seluruh civitas akademika.

Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program dan inovasi yang telah dirancang diharapkan dapat berjalan optimal sekaligus semakin memperkuat posisi Smamita sebagai sekolah yang terus berkembang dan berprestasi.

Melanjutkan Gerak Bersama

Sementara itu, Edwin Yogi Laayrananta mengajak seluruh keluarga besar Smamita menjadikan momentum serah terima jabatan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan awal untuk melanjutkan gerak bersama dalam memajukan sekolah. 

“Alhamdulillah, kita bisa bersama-sama beraktivitas untuk Smamita. Apa yang kita lakukan bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana setelah ini kita terus bergerak bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan, kemajuan Smamita tidak mungkin dicapai hanya oleh seorang kepala sekolah. Dibutuhkan kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen seluruh unsur sekolah untuk mewujudkan berbagai target dan program yang telah direncanakan.

“Bapak, Ibu, dan teman-teman sekalian, ini hanya seremonial. Aktivitas kita harus terus kita lakukan bersama sehingga Smamita sebagai sekolah prestasi dan kemajuan. Sekarang bagaimana kita gerakkan bersama agar terus berkembang,” katanya.

Menurut Edwin, setiap warga sekolah memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan Smamita. Karena itu, ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan menjalankan tugas sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing dengan semangat kebersamaan. 

Ia optimistis, dengan gerak bersama dan kolaborasi yang semakin kuat, Smamita dapat melangkah lebih jauh serta memberikan kontribusi terbaik bagi Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat, dan dunia pendidikan.

Jabatan adalah Amanah

Bendahara PCM Sepanjang Fityan Izza Noor Abidin mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesungguhan.

Menurutnya, dalam tradisi Muhammadiyah, amanah tidak semestinya dikejar maupun dihindari. Amanah akan datang pada waktunya dan ketika diberikan, seseorang harus siap menjalankannya. 

“Amanah di Muhammadiyah tidak bisa dikejar dan tidak bisa lari. Ketika belum waktunya, dikejar seperti apa pun ia tidak akan datang. Tetapi ketika amanah itu datang, kita tidak akan pernah bisa lari,” jelasnya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya meyakini bahwa ketika amanah datang, sikap yang harus dikedepankan adalah sami’na wa atha’na, yakni mendengar dan menaati.

“Jabatan di Muhammadiyah harus sami’na wa atha’na ketika datang. Ketika kita belum ditakdirkan, bisa jadi itu yang terbaik dari Allah. Tetapi ketika amanah itu datang, konsekuensinya tidak boleh bergeser,” katanya.

Fityan juga mengingatkan bahwa pertanggungjawaban atas sebuah jabatan tidak hanya berlaku bagi kepala sekolah. Setiap amanah yang diberikan kepada seseorang, dalam bentuk apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban. 

“Semua jabatan harus bisa dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepala sekolah. Jabatan apa pun yang kita jalani akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Ia menambahkan, jabatan tidak semestinya dipandang sebagai kedudukan semata, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat sekaligus meningkatkan nilai ibadah. Kehidupan dunia, menurutnya, hanyalah tempat persinggahan sebelum menuju kehidupan akhirat.

“Barang siapa dengan jabatannya bisa amanah dan menjalankannya dengan baik, maka kita transit di dunia ini dengan jabatan itu akan menambah nilai-nilai ibadah. Dari jabatan itu pula bisa mengantarkan kita menjadi tiket menuju surga Allah SWT,” pungkasnya.

Dengan resmi diembannya amanah kepemimpinan periode 2026–2030, Edwin Yogi Laayrananta diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih Smamita sekaligus membawa sekolah tersebut terus tumbuh, berprestasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Penulis Nashiiruddin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA) adalah sekolah berbasis Islam unggul prestasi yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berlandaskan visi “Shaleh dalam perilaku, unggul dalam mutu, dan berdaya saing global,” SMAMITA mengusung core value RESPECT School (Religious, Smart, Positive, Creative) sebagai budaya sekolah untuk membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.

Layanan

Rapor

SKL

Berita

Pengumuman

Resource

Unduh

Pusat Bantuan

Acara

Kontak

© 2025 Created with SMA Muhammadiyah 1 Taman